Share

Bertukar Alat Makan dan Berpelukan Bisa Tularkan HIV?

Kevi Laras, Jurnalis · Kamis 15 September 2022 07:00 WIB
$detail['images_title']
HIV (Foto: Times of India)

MASIH banyak beredar informasi dan asumsi keliru perihal virus HIV, termasuk soal penularannya.

Salah satunya anggapan mengenai bahwa virus HIV bisa ditularkan dari mereka yang bertukar alat makan dan berpelukan. Tapi sebenarnya, benarkah demikian?

Dijelaskan oleh Spesialis Penyakit Dalam sekaligus Pakar dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. Zubairi Djoerban, anggapan penularan HIV bisa melalui alat makan dan berpelukan dengan pengidap HIV itu adalah asumsi yang salah.

"Bersentuhan dan berpelukan tidak menularkan HIV juga? Iya, termasuk berbagi peralatan makan, mandi, gigitan nyamuk, batuk, bersin, keringat, itu semua tidak dapat menularkan HIV," jelas Prof. Zubairi dikutip dari akun Twitter resmi pribadinya, @ProfesorZubairi, Rabu (14/9/2022).

 BACA JUGA:5 Kelompok yang Paling Rentan Tertular HIV, Pekerja Seksual Nomor 1

BACA JUGA:Generasi Muda Wajib Waspada! Kasus Positif HIV Didominasi Usia Produktif

Terkait isu penularan HIV disebut-sebut bisa ditularkan lewat gigitan nyamuk yang menggigit orang dengan HIV. Dokter yang juga merupakan Ketua Satgas Covid-19 IDI tersebut menerangkan, sebetulnya hal ini bukan isu baru dan ironisnya, banyak orang awam yang percaya akan hal itu.

Padahal, sejauh ini belum ada fakta medis yang memvalidkan anggapan tersebut.

“Sebenarnya ini bukan isu baru, bahkan cukup banyak yang percaya. Namun, tidak ada fakta medis yang menyatakan bahwa gigitan nyamuk itu dapat menularkan HIV,” tegasnya.

Hewan seperti nyamuk, memang bisa menjadi media penularan berbagai penyakit dari virus, seperti demam berdarah atau malaria. Namun sekali lagi, ini tidak berlaku untuk virus HIV atau pun penyakit AIDS.

“Benar (untuk DBD dan malaria), tapi bukan HIV atau AIDS. Virus HIV di tubuh nyamuk itu enggak tenang, rentan, dan tidak bisa hidup alias akan mati dengan cepat,” pungkas Prof. Zubairi

1
2