Share

7 Faktor Penyebab Cerebral Palsy pada Anak, Waspadai Sulit Bernapas

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 14 September 2022 12:18 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

7 faktor penyebab cerebral palsy pada Anak menarik untuk diulas. Cerebral Palsy atau lumpuh otak adalah penyakit yang menyebabkan gangguan pada koordinasi dan gerakan otot tubuh. Dalam banyak kasus, cerebral palsy juga mempengaruhi panca indera seperti penglihatan, pendengaran, serta peraba.

Menurut data yang dihimpun dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat bahwa empat dari 1.000 anak di seluruh dunia mengidap Celebral Palsy.

Celebral Palsy

Dalam kebanyakan kasus, penyebab penyakit Cerebral Palsy hingga kini belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, menurut CDC, sebagian besar kasus Cerebral Palsy disebabkan karena penyakit bawaan.

Selain itu, Cerebral Palsy juga bisa terjadi karena disebabkan hal-hal lain diantaranya cedera kepala akibat kecelakaan mobil, pendarahan di otak, meningitis atau infeksi selaput otak, hingga mutasi genetik yang menyebabkan gagalnya pertumbuhan otak.

Berikut 7 faktor penyebab cerebral palsy pada anak dari berbagai sumber:

1. Perkembangan Otak Tidak Normal

Gangguan pada proses pertumbuhan normal otak dapat menyebabkan kelainan. Kelainan ini mempengaruhi transmisi sinyal otak. Infeksi, demam, trauma, atau perubahan gen (mutasi) dapat menyebabkan otak berkembang secara tidak normal.

2. Ada Pendarahan Otak di Kandungan

Janin dapat mengalami stroke, yang merupakan penyebab umum pendarahan otak. Stroke terjadi ketika pembuluh darah di otak tersumbat atau rusak, yang menyebabkan kerusakan otak. Kondisi termasuk masalah pembekuan darah, pembuluh darah yang terbentuk tidak normal, cacat jantung, dan penyakit sel sabit juga dapat menyebabkan pendarahan di otak.

3. Postur atau gerakan tubuh yang tidak terkontrol

Gerakan tubuh yang tidak terkontrol atau disebut distonia adalah gangguan yang menyebabkan otot bergerak sendiri tanpa sadar. Gerakan otot ini dapat terjadi pada salah satu anggota tubuh hingga seluruh tubuh. Akibat gerakan otot ini, penderita distonia memiliki postur tubuh yang aneh.

4. Masalah keseimbangan dan koordinasi

Ataksia atau gangguan pada fungsi koordinasi saraf otal dan otot yang membuat penderitanya sulit menggerakkan anggota tubuh dengan baik. gerakan tubuh yang tidak teratur menyebabkan penderita mengalami kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

5. Sulit bernapas

Kesulitan bernafas menjadi salah satu gejala dari cerebral palsy. Hal ini dikarenakan adanya struktur otak dan otot yang tidak seimbang sehingga menyebabkan penderita CP mengalami kesulitan bernafas.

6. Sering mengalami kejang

Kejang adalah gangguan aktivitas listrik di otak. Kondisi ini sering kali ditandai oleh gerakan tubuh yang tidak terkendali dan disertai hilangnya kesadaran.

7. Terdapat bagian tubuh yang terlalu terkulai

Terdapat bagian tubuh yang terkulai atau kaku, menjadi ciri anak-anak dengan cerebral palsy. Sehingga hal ini mengganggu aktivitas sehari-hari si Kecil.

(RIN)

1
3