Share

Takut Periksa Gigi karena Masih Pandemi, Ketua Dokter Gigi: Kami Aman

Selasa 13 September 2022 15:01 WIB
$detail['images_title']

AKIBAT Pandemi Covid-19 memang banyak layanan kesehatan yang sempat dilimitasi atau dibatasi. Salah satu layanan kesehatan yang sempat tidak berjalan adalah dokter gigi.

Tidak mengherankan, pasalnya Covid-19 menyerbar lewat droplet, oleh sebab itu kontak dengan mulut sangatlah dibatasi. Tapi, seiring dengan menurunnya kasus Covid-19 dan adanya vaksin, dokter Gigi pun sudah berani untuk mengadakan praktik, lantas bagaimana dengan pasiennya?

Ketua Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia (ARSGMPI) Dr. drg. Julita Hendrartini, M.Kes, AAK berpesan agar masyarakat tidak perlu takut untuk berkunjung kembali ke rumah sakit gigi dan mulut atau klinik dokter gigi di masa pemulihan pandemi Covid-19.

“Masyarakat supaya tidak takut berkunjung ke rumah sakit gigi mulut ataupun ke tempat praktik dokter gigi, karena kami semua sudah mengupayakan hari yang aman walaupun kondisi pandemi,” kata Julita seperti dilansir dari Antara.

Dokter Gigi

Julita mengatakan, tingkat kunjungan pasien ke rumah sakit gigi dan mulut (RSGM) pada semester I 2022 telah meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Pada masa pandemi tahun 2020 hingga 2021. Memang, tingkat kunjungan sempat turun drastis, baik rumah sakit di bawah institusi pendidikan maupun non-pendidikan.

“Data yang kami dapatkan kalau sebelum pandemi, satu rumah sakit rata-rata (kunjungan) 55 ribu pasien per tahun. Pada tahun 2020, rata-rata, kunjungan itu di bawah 15 ribu. Bisa dibayangkan (penurunannya), padahal bulan Januari-Februari (2020) masih normal,” katanya.

Julita menambahkan bahkan pasien anak-anak dapat dikatakan nyaris tidak ada selama masa pandemi. Namun pada tahun ini, berdasarkan pengalamannya di RSGM Univesitas Gadjah Mada (UGM), pasien yang berkunjung sebagian besar merupakan anak-anak.

“Jadi kelihatannya memang anak-anak sendiri merasa (karena) 2 tahun tidak pernah berkunjung yang ini juga (dibarengi) kesadaran orang tua, mereka rata-rata diantar oleh orang tuanya dan banyak sekali pasien anak saat ini di rumah sakit (tempat saya bekerja),” katanya.

Follow Berita Okezone di Google News

Menurut Julita, RSGM tak hanya memfasilitasi perawatan dan pengobatan melainkan juga menekankan upaya preventif dan promotif atau edukasi kepada anak-anak mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut dimulai dari menggosok gigi yang baik dan benar.

Hal tersebut, lanjutnya, sejalan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan yang pada tahun ini mengedepankan upaya preventif dan promotif di bidang kesehatan. “Saya kira BKGN dan HKGN ini sangat selaras dan sekaligus ini saya kira (menjadi momen) kebangkitan bersama, bukan hanya kesehatan gigi namun juga kesehatan anak,” katanya.

Julita mengatakan sistem pelayanan RSGM pada saat ini sudah berbenah dengan mengutamakan keselamatan pasien dan tenaga medis agar tidak tidak tertular dan menularkan virus Covid-19.

Ia memastikan bahwa RSGM menerapkan keamanan yang baik mulai dari pendaftaran kunjungan dengan sistem daring sehingga antrean tidak menumpuk, persyaratan minimum vaksin pada pasien, hingga kelengkapan alat pelindung diri (APD) pada tenaga kesehatan.

“Ini merupakan kesempatan kami untuk membuktikan ke masyarakat bahwa kami aman. Insya Allah keselamatan pasien dan keselamatan dokter gigi yang bekerja itu merupakan tanggung jawab kami untuk memberikan jaminan,” katanya.

1
2