Share

Stres karena Ditipu! Air Susu Jessica Iskandar Sempat Berhenti, Ini Tips agar ASI Lancar

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Selasa 13 September 2022 12:15 WIB
$detail['images_title']
Jessica Iskandar dan bayinya (Foto: inst)

ARTIS cantik Jessica Iskandar tengah dihadapkan dengan kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh mantan partner-nya Christoper Steffanus Budianto.

Belum selesai dengan kasus tersebut, istri Vincent Verhaag itu kembali dihadapkan dengan persoalan baru yang masih ada kaitannya dengan terlapor Stefan.

 Jedar

Pasalnya belum lama Ditreskrimum Polda Bali mendatangi kediaman Jedar di Denpasar Bali, dengan meminta Toyota Alphard B73DAR untuk penyidikan.

Imbas kasus tersebut, perempuan yang akrab disapa Jedar itu sempat sakit, hingga mengalami gangguan di air susunya.

"Aku sempat sakit, air susu aku berhenti, demam, stress kepikiran," ujar Jessica Iskandar saat ditemui di Divpropam Mabel Polri, Jakarta Selatan pada Senin (12/9/2022).

Beruntung, sang suami selalu memberikan semangat dan mengingatkan agar Jedar tidak terlalu stres dalam memikirkan kasus yang tengah dihadapinya.

"Suami bilang jangan stres kamu jangan mikirin soal kasus ini, biar saya yang bantuin. Kamu pokoknya tenang urus bayi aja jadi suami beserta kuasa hukum yang mencari jalan terbaik untuk keadilan kita," beber Jessica Iskandar.

Lalu bagaimana agar ASI keluar lancar?

1. Jauhi stres

Agar ASI lancar maka seorang ibu harus menjauhi stres. Selain itu juga mendapat dukungan dari orang-orang di sekitarnya. Ibu juga harus yakin ASI pasti keluar.

2. Pahami kebutuhan ASI anak

Setelah berusia 1 bulan, bayi perlu minum ASI dalam jumlah per hari yang sama sampai usia 6 bulan. Dengan demikian, ibu tidak usah khawatir sehingga menambahkan jumlah ASI karena melihat tubuhnya yang bertumbuh dengan cepat, apalagi menambahkan susu formula.

 

3. Atur suasana hati

Makanan seperti sayur katuk hanya akan membantu jumlah ASI atau disebut galaktagog. Sementara, agar ASI dapat keluar dengan lancar, seorang ibu harus bisa mengatur suasana hati agar tidak stres ketika akan menyusui. Stres atau ketidaknyamanan justru menghambat pengeluaran ASI.

 BACA JUGA:Kenali Penyebab Masititis Pada Ibu Menyusui, Kondisi yang Pernah Dialami Nagita Slavina

4. Posisi menyusui harus benar

Posisi menentukan kenyamanan dan kelancaran kegiatan menyusui. Posisikan bayi dengan hidung mereka menempel ke puting, dan perut menyentuh perut ibu. Dengan posisi tersebut, bayi akan mengangkat kepalanya, membuka mulutnya lebar , dan bisa lebih dalam mengait puting ibu.

Saat Anda duduk tegak sambil bersandar, bawa bayi ke payudara dengan menekan bahunya. Dukung payudara Anda dan biarkan bayi melahap sampai daerah hitam di sekitar puting agar ASI keluar maksimal.

Follow Berita Okezone di Google News

5. Gunakan pompa untuk menyediakan cadangan ASI

Pompa ASI dapat digunakan hanya untuk menyediakan cadangan ASI. Menggunakan pompa bekas mungkin tidak sekuat pompa baru jika ibu perlu banyak memompa. Jika tidak mampu membeli pompa ASI, Anda bisa belajar memompa lebih kuat dengan tangan.

6. Minta bantuan suami

Pendampingan pasangan Anda sangat penting bagi kegiatan menyusui. Jika ibu merasa terbantukan dan bahagia karena dukungan suami, kegiatan menyusui dan ASI akan lancar. Suami juga bisa menjadi pengingat ibu ketika mendapat nasihat dari konselor ASI.

7. Temui konselor ASI

Tidak semua ibu bisa memecahkan masalahnya sendiri. Untuk itu, peran konselor ASI sangat diperlukan, bahkan sebelum wanita melahirkan. Konselor ASI bisa membantu berbagi tips dan memecahkan masalah yang mungkin dihadapi ibu menyusui.

1
2