Share

5 Kelompok yang Paling Rentan Tertular HIV, Pekerja Seksual Nomor 1

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 13 September 2022 21:51 WIB
$detail['images_title']
Virus HIV, (Foto: Times of India)

BANYAK orang masih salah kaprah terkait cara penularan HIV, sehingga memunculkan stigma negatif yang menyebutkan hanya dengan bersentuhan dengan pengidap HIV. Maka seseorang langsung bisa tertular HIV.

Padahal, seperti disampaikan Konselor HIV/AIDS, dr. Gia Pratama menjelaskan, penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV) tidak semudah itu. Jenis virus ini hanya bisa ditularkan melalui cairan, bukan bersentuhan kontak erat seperti Covid-19

"Beda cara penularannya kan. Covid-19 lewat udara, percikan ludah. Kalau HIV lewat pertukaran cairan tubuh. Contohnya, air maninya laki-laki, darah juga bisa. Itu cara penularannya," jelas dr. Gia, dalam siaran langsung Instagram Live Okezone bertajuk "Kasus HIV Naik, Gimana Cara Tetap Safe", Selasa (13/09/2022).

Selain itu, contoh penularan HIV lainnya, seperti melalui plasenta dari ibu kepada calon bayi yang masih dalam kandungan.

Dalam kesempatan yang sama, dr. Gia juga membahas tentang rasio angka kasus positif HIV. Ia menyebut, yang paling banyak angka atau kasusnya adalah pekerja seksual yang memang kerap berganti-ganti pasangan saat berhubungan seksual. Sehingga tak dapat dipungkiri, bahwasanya kelompok ini lebih mendominasi.

"Yang paling besar secara demografi adalah pekerja seksual," imbuhnya.

Tapi tunggu dulu, tidak hanya kelompok pekerja seksual, yang juga tak kalah rentan ialah lelaki penyuka sesama jenis, rutin melakukan hubungan seksual melalui anal. Pengguna narkoba suntik, terlebih alat suntikannya digunakan secara bergantian atau berkala dan juga orang transgender.

"Berikutnya wanita transgender dan pelanggan dara pekerja seksual," imbuh dr. Gia lagi

(Foto: tangkapan layar Instagram @okezonecom)

Berbeda dengan HIV, meski bersalaman atau berpelukan, virus ini tidak akan mudah menular. Hal itu karena, seseorang dapat tertular virus satu ini melalui cairan. Namun, yang menjadi catatan di sini adalah HIV punya tingkat fatal yang tinggi.

"Daya bunuhnya, itu jauh lebih tinggi daripada Covid-19. Covid yang sampai meninggal di bawah 1 persen untuk wilayah Indonesia dan dunia di bawah 3 persen. Sementara, jumlah akumulasi di seluruh dunia, kematian akibat HIV diketahui bisa mencapai 50 persen,” pungkas dr. Gia

 BACA JUGA:Generasi Muda Wajib Waspada! Kasus Positif HIV Didominasi Usia Produktif

BACA JUGA:Pengidap HIV Sudah Pasti Kena AIDS? Dokter Gia Pratama: Belum Tentu

1
2