Share

Generasi Muda Wajib Waspada! Kasus Positif HIV Didominasi Usia Produktif

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 13 September 2022 21:12 WIB
$detail['images_title']
Virus HIV, (Foto: Medscape/India Times)

BERITA tingginya kasus positif HIV di Bandung, Jawa Barat belum lama ini, sukses membuat geger masyarakat Indonesia.

Tambah mengkhawatirkan, diketahui pasien positif HIV didominasi oleh kelompok usia produktif. Fakta ini tak luput jadi perhatian Konselor HIV/AIDS, dr. Gia Pratama.

"Itu ada segmentasi usianya paling tinggi, sayangnya di usia produktif, tertinggi 70 persen di angka 25 sampai 49 tahun. 16 persen di segmen 20-24 tahun, sisanya di atas 50 tahun," ujar dr. Gia, dalam siaran langsung Instagram Live Okezone bertajuk "Kasus HIV Naik, Gimana Cara Tetap Safe", Selasa (13/09/2022).

Dalam kesempatan yang sama, dr. Gia menjelaskan, bahwa daya tular dan bunuh antara HIV dan infeksi Covid-19 itu berbeda. Jika infeksi Covid yang paling ditakuti adalah daya penularannya, saat bersentuhan seseorang akan rentan tertular.

Berbeda dengan HIV, meski bersalaman atau berpelukan, virus ini tidak akan mudah menular. Hal itu karena, seseorang dapat tertular virus satu ini melalui cairan. Namun, yang menjadi catatan di sini adalah HIV punya tingkat fatal yang tinggi.

"Daya bunuhnya, itu jauh lebih tinggi daripada Covid-19. Covid yang sampai meninggal di bawah 1 persen untuk wilayah Indonesia dan dunia di bawah 3 persen," tuturnya.

Sementara untuk HIV sendiri daya bunuhnya sangatlah tinggi. Jumlah akumulasi di seluruh dunia, kematian akibat HIV diketahui bisa mencapai 50 persen dibandingkan dengan Covid-19 di bawah satu hingga tiga persen.

"Jadi kita berhadapan dengan virus daya bunuhnya tinggi, yaitu HIV," tegas dr. Gia

Lebih lanjut, kata dr. Gia, bahwa orang yang positif AIDS ia meninggal bukan karena virusnya. Namun dikarenakan runtuhnya sistem imunitas, sehingga semua bakteri dan macam-macam penyakit lainnya akan mudah masuk.

 BACA JUGA:Pengidap HIV Sudah Pasti Kena AIDS? Dokter Gia Pratama: Belum Tentu

BACA JUGA:Buat Pengeluaran Membengkak, Penyakit Infeksi Emerging Jadi Beban Berat Negara di Era Globalisasi

1
2