Share

Waduh, Baru 34.700-an Dokter Gigi di Indonesia

Kevi Laras, Jurnalis · Senin 12 September 2022 22:25 WIB
$detail['images_title']
Dokter gigi masih kurang (Foto: Space coast daily)

KEBUTUHAN akan dokter di Indonesia cukup tinggi, seperti pelayanan kesehatan gigi. Namun kebutuhan dokter tidak seiring dengan distribusi di berbagai Puskesmas/Fasilitas Kesehatan di daerah.

Hal tersebut disampaikan oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), di mana kebutuhan dokter gigi seharusnya 10 kali lipat dari sekitar 34 ribuan dokter saat ini.

dokter gigi

"Sekarang baru 34.700an sekian dokter gigi di Indonesia, yang ideal saya perlu angka mungkin 10 kali lipat. Kebutuhan dokter gigi itu sangat tinggi karena produksinya sangat sedikit hanya sekitar 2.000 Sampai 2.500 per tahun dari 32 Fakultas Kedokteran Gigi," kata drg. Usman Sumantri, MSc, Ketua Pengurus Besar PDGI.

"Jadi saya mau mengatakan memang produksinya sedikit masalah yang paling utama itu sedikit tetapi distribusinya tidak merata," jelasnya.

Kendati kebutuhan dokter, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan akan melakukan pengkajian terkait pelayanan dan alat kesehatan. Sehingga kesehatan gigi anak terjaga dan masyarakat umum juga mendapatkan akses.

Dia juga berharap pada ikatan dokter seperti PDGI dan lainnya bisa menyebarkan dokter ke berbagai daerah.

 BACA JUGA:Terungkap! Pelayanan Kesehatan Gigi di RS Sepi Akibat Covid-19

"Oleh karena itu saya mengimbau kepada PDGI tolong bantu sebarkan dokter kita ke puskesams di seluruh kecamatan di Indonesia," ucap Menkes Budi.

"Saya akan bantu bagaimana mekanisme pengkajan, penyebaran alat agar seluruh masyarakat, anak terutama, bisa dapat akses layanan," jelasnya.

Lebih lanjut, Usman mengatakan adanya kendala yang dihadapi dokter yaitu akses di daerah. Ia menyampaikan kondisi pandemi Covid-19 sebanyak 57% masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan gigi.

Hal ini berbanding terbalik dengan jumlah masyarakat yang memiliki akses. "Pandemi membuat orang tertular dan menularkan, ada 57 persen orang Indonesia sebenarnya memerlukan pelayanan kesehatan gigi yang bisa punya akses sekitar 10 persen," tambahnya.

1
2