Share

Gangguan Mental Tak Selalu Dalam Bentuk Depresi, Begini Penjelasan Dokter

Kevi Laras, Jurnalis · Senin 12 September 2022 13:43 WIB
$detail['images_title']
Merasa depresi (Foto: Turbo future)

TERNYATA banyak dampak yang timbul setelah Covid-19 hadir di Indonesia sejak 2019 lalu. Salah satunya dalam kesehatan mental.

Lantas apa penyebabnya Covid-19 bisa menyebabkan gangguan mental?

 merasa sedih

Menurut Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), Dr. dr. Diah Setia Utami, Sp. KJ. MARS, kebanyakan orang mengalami kecemasan akibat Covid-19 karena tidak mudah mendapatkan layanan kesehatan.

"Hal yang paling banyak adalah gangguan anxiety atau kecemasan, dan juga diikuti gangguan depresi. Ada juga peningkatan gangguan jiwa berat, seperti skizofrenia," kata Dr Diah, Ketua Umum PDSKJI dalam Talkshow Pengaruh Jangka Panjang Covid-19 Terhadap Kesehatan Mental dan Kognitif, di Kanal YouTube BNPB Indonesia.

Bukan hanya mengalami kecemasan, tapi juga masyarakat cukup banyak mengalami depresi. "Karena memang pandemi ini tidak mudah mendapatkan layanan kesehatan jiwa, sehingga banyak yang putus obat," jelasnya.

 BACA JUGA:Survei Dokter Jiwa Sebut Usia 19-36 Tahun Paling Rentan Alami Depresi

Gejala umum

Lebih lanjut, Dr Diah mengatakan bahwa seseorang dengan gangguan kejiwaan tidak selalu datang dengan kondisi mengalami depresi. Gangguan mental atau jiwa bisa berakibat pada kesehatan, seperti mengalami sakit maag berkepanjangan.

Maka dari itu, ia mengatakan bahwa psikologi sangat berkaitan dengan kesehatan atau fisik. Dia pun mengatakan bahwa dalam diri yang kuat terdapat jiwa yang sehat.

"Itu sebenarnya awal dari gangguan mental tidak selalu orang itu datang mengapa saya mengalami gangguan jiwa, seperti depresi', karena bisa saja depresi itu dengan sakit maag yang muncul," imbuh Dr Diah.

"Atau tak kunjung sembuh jadi fisik dan psikis itu tidak bisa dipisahkan. Dalam badan yang kuat harus ada jiwa yang sehat," katanya.

1
2