Share

Viral Perbincangan Mengenai Profesi Ners, Ini Dia Penjelasannya!

Vivin Lizetha, Jurnalis · Senin 12 September 2022 10:58 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi profesi ners (foto: istimewa)

BERAWAL dari perseturuan antara kompres dingin vs kompres panas, perbincangan merambat ke mana-mana. Mulai dari "adu" kehebatan keluarga hingga membicarakan profesi ners.

Pihak yang merasa terpojok dalam perdebatan kompres panas dan dingin, membuat pernyataan yang menyudutkan profesi ners. Ia menyebutkan bahwa profesi tersebut tak setara dengan dokter umum.

Apakah itu benar? Dikutip dari laman Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin (12/9/2022), ners atau perawat adalah tenaga kesehatan yang juga memiliki peran dalam mengatasi kesehatan bangsa. Ners memiliki kemampuan akademik profesional untuk mengelola asuhan keperawatan yang berkualitas, baik di pelayanan kesehatan Rumah Sakit, masyarakat, maupun institusi pendidikan.

profesi ners

Tak hanya itu, ners juga diharapkan memiliki kemampuan manajerial di bidang keperawatan yang handal, etis, humanis, dan berbudaya. Untuk program pendidikan ners UGM terdiri dari program pendidikan akademik dan program pendidikan profesi (ners).

Pendidikan ners berlangsung selama 8 semester atau sekitar 4 tahun. Dan program profesi ners selama 2 semester atau 1 tahun masa pembelajaran. Total sekitar 5 tahun proses yang dibutuhkan untuk menjadi seorang perawat profesional.  Program pendidikan ners sendiri di UGM masuk ke dalam fakultas kedokteran, kesehatan masyarakat, dan keperawatan.

Adapun gambaran dari pekerja profesi ners, dikutip dari betterteam, Senin (12/9/2022), adalah sebagai berikut.

1. Memelihara catatan dan laporan perawatan kesehatan yang akurat dan lengkap.

2. Memberikan obat kepada pasien dan memantau mereka untuk efek samping dan reaksi.

3. Meresepkan alat bantu medis dan perawatan terkait.

4. Mencatat tanda-tanda vital pasien dan informasi medis.

5. Memesan tes diagnostik dan klinis medis.

6. Pemantauan, pelaporan, dan pencatatan gejala atau perubahan kondisi pasien.

7. Pemberian obat-obatan non-intravena.

8. Menilai, menerapkan, merencanakan, atau mengevaluasi rencana asuhan keperawatan pasien dengan bekerja sama dengan anggota tim kesehatan.

9. Memodifikasi rencana perawatan kesehatan pasien seperti yang ditunjukkan oleh kondisi dan respons pasien.

(vvn)

1
2