Share

Deteksi Dini HIV dengan Rapid Tes, Bagaimana Sih Caranya?

Wiwie Heriyani, Jurnalis · Senin 12 September 2022 11:00 WIB
$detail['images_title']
ilustrasi sampel darah, (Foto: Freepik)

RAPID test HIV, jadi cara untuk mendeteksi dini penyakit HIV pada seseorang. Rapid Test HIV ini dilakukan kapan saja, tanpa waktu tertentu.

Bahkan, tahukah Anda kalau orang yang berusia 13–64 tahun justru direkomendasikan untuk menjalani tes HIV setidaknya satu kali.

Tes ini perlu dilakukan sebagai skrining apabila seseorang mengalami gejala awal HIV. Terlebih bila orang tersebut terlibat dalam penyalahgunaan NAPZA, terutama yang menggunakan jarum suntik atau sering melakukan hubungan seksual berganti-ganti pasangan, dan melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan kondom.

Tidak hanya itu, diketahui orang yang terdiagnosis hepatitis, TBC, dan infeksi menular seksual juga perlu rutin menjalani rapid test HIV. Lantas seperti apa sih cara melakukan rapid test ini?

Prosedur rapid test HIV dilakukan oleh tenaga medis di fasilitas kesehatan, contohnya Puskesmas, klinik VCT (voluntary counselling testing), hingga rumah sakit. Prosedurnya perlu dilakukan oleh tenaga medis, agar hasil tesnya bisa lebih akurat.

 BACA JUGA:Mengenal Psioriasis Plak, Jenis Penyakit yang Bisa Menyerang Penderita HIV

BACA JUGA:Awas 16 Tanda dan Gejala Khusus HIV Pada Wanita, Bisa Bikin Menstruasi Berubah

Secara prosedur, mengutip Alodokter, Senin (12/9/2022), rapid test HIV bisa dilakukan dengan dua sampel, yaitu dari darah dan cairan dari mulut. Pertama, tes antibodi dengan darah, sampel darah akan diambil dari ujung jari pasien kemudian diteteskan ke alat rapid test dan diberi cairan reagen khusus yang akan mendeteksi antibodi.

Sedangkan tes dengan sampel cairan mulut menggunakan alat khusus, yang digunakan dengan cara menyeka gusi. Hasil dari kedua tes ini akan terlihat sekitar 20 sampai 30 menit setelah tes selesai dilakukan.

Apabila hasil tes menunjukkan positif, maka orang tersebut disarankan segera memeriksakan diri ke dokter untuk menjalani tes lanjutan dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Namun ingat, jika hasilnya negatif tetapi Anda masuk ke kelompok berisiko tinggi terkena infeksi HIV, pertimbangkan untuk menjalani tes ini kembali maksimal selama tiga bulan untuk memastikan hasil tesnya.

1
2