Share

Deteksi Dini HIV AIDS dengan Rapid Test HIV, Seberapa Efektif?

Wiwie Heriyani, Jurnalis · Senin 12 September 2022 07:57 WIB
$detail['images_title']
HIV AIDS (Foto: Freepik)

TINGGINYA kasus HIV AIDS di Indonesia dalam beberapa waktu belakangan sempat mengkhawatirkan masyarakat. Apalagi, tercatat tingginya kasus terjadi di kelompok usia produktif sepertu remaja.

Menekan laju penularan, artinya sederet upaya pencegahan harus dilakukan. Salah satunya dengan pemeriksaan sedini mungkin. 

Ya, pemeriksaan untuk deteksi dini HIV, jadi salah satu solusi untuk mencegah penularan yang semakin meluas di masyarakat. Salah satu deteksi dini atau tes HIV yang populer, yakni melalui Rapid test HIV. Tes ini digunakan sebagai pemeriksaan awal untuk mendeteksi antibodi terhadap penyakit HIV.

Rapid Test HIV sendiri, ternyata hasil pemeriksaanya bisa diketahui dalam waktu yang cukup singkat. Biasanya yakni hanya perlu menunggu sekitar 20 sampai 30 menit saja.

Namun, yang patut diingat, hasil rapid test HIV ternyata tidak bisa dijadikan tolok ukur satu-satunya untuk mendiagnosis seseorang terinfeksi HIV atau tidak. Sebab, tetap dibutuhkan tes lanjutan guna memperkuat hasil rapid test.

Tingkat akurasi dari Rapid Test HIV memang cukup tinggi, yakni mencapai 92 persen. Meski begitu, tes antibodi bisa menunjukkan hasil negatif palsu (false positive). Ini artinya, hasil tes tersebut mungkin saja negatif, padahal sebenarnya belum tentu.

Terlebih, kondisi ini rentan terjadi apabila seseorang melakukan rapid test secara mandiri di rumah. Perlu diketahui, hasil dari tes antibodi sangat dipengaruhi oleh cara pengambilan serta penanganan sampel.

Sehingga, jika pengambilan tes dilakukan dengan keliru, maka hasilnya pun bisa kurang akurat. Selain itu, hasil negatif palsu juga mungkin terjadi jika tes antigen dilakukan terlalu dini. Hal ini disebabkabn, antibodi untuk melawan virus HIV umumnya baru terbentuk sempurna setelah tiga bulan terinfeksi. Demikian sebagaimana dilansir dari Alodokter, Senin (12/9/2022).

1
2