Share

FDA dan CDC Beri Izin Vaksin Bivalen Jadi Booster, Ahli Kesehatan: Melawan Gelombang Baru saat Musim Dingin!

Kevi Laras, Jurnalis · Senin 12 September 2022 16:36 WIB
$detail['images_title']
Vaksin booster untuk menghadapi musim dingin (Foto: The prevention)

PUSAT Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS dan Food and Drug Administration (FDA) mengizinkan dan merekomendasikan vaksin bivalen. Vaksin tersebut inovasi yang menargetkan subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang mendominasi kasus saat ini.

Menurut ahli kesehatan Prof Zubairi, vaksin bivalen merupakan kombinasi yang mengandung mRNA virus original Covid-19 dan varian Omicron BA.4 dan BA.5. Tujuannya untuk melawan gelombang baru saat musim dingin nanti.

 Vaksin Booster

"Vaksin yang baru ini merupakan kombinasi atau "bivalen" yang mengandung komponen mRNA virus yang orisinil dan satu lagi mRNA dari varian Omicron BA.4, BA.5. Harapannya itu adalah untuk menumpulkan serangan gelombang virus pada musim dingin di sana," kata Spesialis Penyakit Dalam sekaligus Pakar dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. Zubairi Djoerban, dikutip dari akun Twitternya @ProfesorZubairi.

 BACA JUGA:Masyarakat Ogah Vaksin Covid-19, Ahli Kesehatan: Jangan Jenuh Hidup Sehat

Melansir dari website resmi FDA bahwa mereka yang mendapatkan suntikan Bivalen sebagai booster. Berikut keterangannya:

-Individu berusia 18 tahun ke atas memenuhi syarat untuk mendapatkan dosis booster tunggal dari Moderna Bivalen, jika sudah setidaknya dua bulan sejak mereka menyelesaikan vaksinasi primer atau telah menerima dosis booster terbaru dengan yang berwenang atau disetujui vaksin Covid-19 monovalen.

-Individu berusia 12 tahun ke atas memenuhi syarat untuk mendapatkan dosis booster tunggal Vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech Bivalen, jika sudah setidaknya dua bulan sejak menyelesaikan vaksinasi primer atau telah menerima dosis booster terbaru dengan otoritas berwenang atau vaksin monovalen.

"Vaksin Covid-19, termasuk booster, terus menyelamatkan banyak nyawa dan mencegah hasil yang paling serius (rawat inap dan kematian) dari Covid-19,” kata Komisaris FDA Robert M. Califf, MD.

1
2