Share

Pandemi Belum Berakhir, Masyarakat Diminta Tak Merokok dan Hindari Kerumunan

Kevi Laras, Jurnalis · Senin 12 September 2022 13:28 WIB
$detail['images_title']
Masyarakat diminta tak merokok (Foto: Help guide)

BERBAGAI penyakit muncul di tengah pandemi Covid-19, seperti HIV. Belum lama ini memicu rasa khawatir, terutama orang tua karena bisa menyerang anak-anak.

Melihat fenomena tersebut, Ahli Kesehatan Dr Ede Surya Darmawan, SKM,M.DM menyampaikan agar tetap waspada. Dengan tetap menerapkan hidup sehat.

 pandemi belum berakhir

"Ini kasusnya sama dengan HIV/AIDS di tahun 80an. Dua pekan lalu kita masih dihadapkan naiknya di kota Bandung. Artinya apa kewaspadaan tetap harus ada," kata Dr. Ede Surya Darmawan, SKM,M.DM Fakultas Kesehatan Masyarakat UI dalam Talkshow Mengukur Relevansi Protokol Kesehatan di Kanal YouTube BNPB Indonesia.

Sehubungan dengan itu, sebagian dari masyarakat, mungkin mempertanyakan sampai kapan hidup tetap waspada. Ede mengatakan tetap diberlakukan hingga Covid-19 benar-benar dikendalikan.

Kemudian, ia mengajak agar masyarakat tidak merokok dan hindari kerumunan dan aktif bergerak. "sampai kapan? Sampai covid benar-benar dapat dikendalikan. Selanjutnya tubuh kita juga harus lebih sehat, jangan merokok, kurang aktivitas (aktif bergerak dan hindari kerumunan), hindari hal- hal yang buruk," jelasnya.

 BACA JUGA:Saat Pandemi Covid-19 Sudah Usai, PeduliLindungi untuk Apa Ya?

"Aktivitas berjalan saja ke mana pun apa pun bentuknya tapi tetap menerapkan prokes dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat," imbuh Dr Ede.

Sekadar informasi, larangan merokok bukan tanpa alasan, melansir Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) laman resmi Kementerian Kesehatan bahwa merokok meningkatkan risiko infeksi dan akan memperparah komplikasi akibat Covid-19.

Lebih lanjut merokok dapat mengganggu kesehatan jantung, dan juga dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat LDL. Bukan hanya itu, berhenti minum alkohol juga dianjurkan oleh Kemenkes. "Kurangi konsumsi alkohol dan minuman bergula."

1
2