Share

Batu Empedu: Pengertian Umum, Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, dan Pencegahan

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Senin 12 September 2022 09:53 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Zeenews)

EMPEDU adalah organ kecil yang terletak di perut kanan atas, tepat di bawah hati. Tempat ini adalah kantong yang menyimpan empedu, cairan hijau-kuning yang membantu pencernaan.

Masalah dengan kantong empedu umumnya terjadi ketika ada sesuatu yang menghalangi saluran empedu, seperti batu empedu. Batu empedu sangat umum terjadi dan tanpa gejala. Namun, sekitar 10 persen orang yang didiagnosis dengan batu empedu akan mengalami gejala yang nyata dalam waktu 5 tahun.

Lantas, apa pengertian Batu Empedu? Bagaimana gejala, penyebab, faktor risiko, dan pencegahannya? Untuk memahaminya, simak rangkuman okezone, berikut ini.

empedu

Dikutip dari mayo clinic, Batu empedu adalah endapan cairan pencernaan yang mengeras yang dapat terbentuk di kantong empedu. Sebagian besar batu empedu terbentuk oleh zat yang ditemukan dalam empedu, seperti kolesterol yang mengeras.

Ukuran batu empedu berkisar dari sebutir pasir hingga sebesar bola golf. Beberapa orang yang didiagnosa mungkin memiliki satu batu empedu, namun ada juga yang memiliki batu empedu lebih dari satu pada saat bersamaan.

Orang yang mengalami gejala dari batu empedu umumnya memerlukan operasi pengangkatan kantong empedu. Akan tetapi, batu empedu yang tidak menimbulkan gejala biasanya tidak memerlukan pengobatan.

Sedangkan gejala batu empedu dapat menyebabkan rasa sakit di perut kanan atas atau bagian tengah perut. Penderita mungkin mengalami sakit kandung empedu dari waktu ke waktu setelah mengonsumsi makanan yang tinggi lemak, seperti makanan yang digoreng, tetapi rasa sakit itu bisa terjadi hampir setiap saat

Nyeri yang disebabkan oleh masalah batu empedu umumnya berlangsung hanya beberapa jam, tetapi bisa terasa parah. Jika batu empedu tidak diobati atau tidak teridentifikasi, gejalanya dapat meningkat termasuk:

-Suhu badan tinggi

-Detak jantung cepat

-Kulit dan bagian putih mata menguning

-Kulit terasa gatal

-Diare

-Mengalami panas dingin

-Kehilangan nafsu makan secara drastis

Penyebab batu empedu diduga lantaran ketidakseimbangan senyawa kimia empedu di dalam kantong empedu. Sementara para peneliti masih belum jelas terkait apa sebenarnya yang menyebabkan ketidakseimbangan itu terjadi.

Beberapa kondisi, seperti kerusakan hati dan kelainan darah tertentu mampu membuat hati memproduksi lebih banyak bilirubin. Batu empedu juga bisa terbentuk ketika kantong empedu tidak dapat memecah kelebihan bilirubin. Batu keras yang terlalu banyak bilirubin ini berwarna coklat tua atau hitam.

Kandung empedu harus dapat mengosongkan empedunya agar berfungsi dengan baik. Jika gagal mengosongkan kandungan empedunya maka akan menjadi terlalu pekat dan menyebabkan terbentuknya batu

Melansir dari Mayo Clinic, faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko batu empedu meliputi:

-Seorang yang berjenis kelamin perempuan

-Berusia lebih dari 40 tahun

-Kelebihan berat badan atau obesitas

-Tidak banyak bergerak

-Sedang hamil

-Makan makanan tinggi lemak

-Makan makanan tinggi kolesterol

-Makan makanan rendah serat

-Memiliki riwayat keluarga dengan batu empedu

-Menderita diabetes

Memiliki kelainan darah tertentu, seperti anemia sel sabit atau --Leukemia

-Menurunkan berat badan dengan sangat cepat

Minum obat yang mengandung estrogen, seperti kontrasepsi oral atau -obat terapi hormon

-Memiliki penyakit liver

Untuk mencegah batu empedu jika memiliki riwayat keluarga dengan batu empedu, dokter mungkin menyarankan untuk membatasi makanan dengan kandungan lemak jenuh yang tinggi.

Lantaran orang yang hidup dengan obesitas lebih rentan terhadap batu empedu, menjaga berat badan dalam kisaran sedang menjadi cara lain untuk membatasi kemungkinan pembentukan batu empedu.

Demikian pemahaman terkait batu empedu yang perlu dipahami dan dicegah. Sebisa mungkin jaga asupan makanan untuk terhindar dari batu empedu.

(RIN)

1
4