Share

BPOM Amerika Serikat Menyetujui Obat Sotyktu untuk Pengobatan Psoriasis Plak

Wiwie Heriyani, Jurnalis · Minggu 11 September 2022 14:15 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi obat (foto: istimewa)

OBAT oral baru untuk psoriasis plak dari Bristol Myers Squibb (BMS) baru-baru ini telah mengantongi persetujuan dari Food and Drug Administration (FDA) atau BPOM Amerika Serikat. Hal ini setelah melewati uji klinis fase 3 selama dua tahun.

Nama kimia obat tersebut adalah deucravacitinib dan akan dijual dengan merek Sotyktu.

obat psoriatik plak

Menurut National Psoriasis Foundation, dari sekitar 125 juta orang di seluruh dunia, 2 hingga 3% dari populasi bumi menderita psoriasis. Lebih dari 7,5 juta di antaranya adalah orang dewasa yang tinggal di Amerika Serikat.

Bentuk psoriasis yang paling umum adalah psoriasis plak, suatu kondisi kulit kronis yang mempengaruhi 80% hingga 90% dari mereka yang menderita psoriasis.

Sekitar 30% dari orang-orang tersebut menderita radang sendi psoriatik yang merusak sendi. Ada juga beberapa bentuk psoriasis lainnya.

Disamping telah disetujui FDA, uji klinis penggunaan deucravacitinib sedang dilakukan untuk mengobati radang sendi psoriatik, lupus, dan penyakit radang usus.

Bristol Myers Squibb juga telah mengajukan persetujuan deucravacitinib di wilayah lain di luar Amerika Serikat.

Psoriasis plak menyebabkan sisik yang gatal, nyeri, atau terbakar pada kulit seseorang. Umumnya paling sering terjadi pada area siku, lutut, dan kulit kepala.

Munculnya lesi ini bervariasi menurut warna kulit dan dapat lebih sulit untuk didiagnosis pada kulit yang lebih gelap.

Selain ketidaknyamanan fisik, psoriasis plak dapat menurunkan kualitas hidup dan menimbulkan depresi bagi penderitanya.

(vvn)

(kem)

1
1