Share

Indonesia Masih Pandemi Covid-19, Ahli Kesehatan: Tidak Boleh Abai!

Kevi Laras, Jurnalis · Minggu 11 September 2022 10:45 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Covid-19 (foto: istimewa)

Ā JAKARTA (MPI) - Perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia terus mengalami perubahan yang fluktuatif . Terkadang mengalami kenaikan dan kadnag pula mengalamiĀ penurunan. Hal tersebut tentu dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya jumlah kasus dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan.

Lantas bagaimana gambaran situasi Covid-19 saat ini? Ini penjelasannya. Ahli kesehatan dr. Alexander K Ginting, Sp. P(K) menjelaskan bahwa Indonesia terus terjadi penularan dan status pandemi Covid-19 terus berlangsung.

Ā covid 19

"Yang pasti kita di Indonesia situasinya situasi di Indonesia masih pandemi, walaupun masyarakat sudah bosan dengan virus ya, tapi kenyataannya penularan masih berlangsung, transmisi masih berjalan maka status pandemi juga masih diterapkan," ujar Brigjen TNI (Pur) dr. Alexander K Ginting, Sp. P(K), FCCP Sub Bidang Dukungan Kesehatan Satgas Penanganan Covid 19 dalam Talkshow Mengukur Relevansi Protokol Kesehatan di Kanal YouTube BNPB Indonesia, Minggu (11/9/2022)

Bukan hanya itu, status dari organisasi kesehatan dunia (WHO) pun belum dicabut. Bahkan ia menilai kasus pada 2022 lebih signifikan, yang mana kasus aktif perhari capai 3.500-an.

Sehingga dia menegaskan bahwa masyarakat tetap waspada terhadap virus Covid-19. Dengan tetap menjaga Prokes dan menyarankan isolasi mandiri (isoman) apabila kondisi kurang sehat seperti flu.

"Kita lihat sekarang 7 September itu kasus aktif di angka 38 ribu, angka per hari 3000an ā€“ 3500an kasus dan bahkan kasus meninggal masih ada dilaporkan. Tapi banyak juga sebenarnya yang tidak dilaporkan, mereka yang flu dan batuk itu isoman, dan kita tahu kalau imunitas bagus itu bisa recovery sendiri," jelasnya

Alexander menambahkan, pemerintah masih menghimbau masyarakat untuk tetap dan harus waspada pada Covid-19. Masyarak diminta untuk tidak abai menjalankan protokol kesehatan. Mengingat fluktuasi kondisi Covid-19 yang masih naik turun.

(vvn)

(kem)

1
1