Share

Capaian Vaksinasi Booster Baru 30 Persen, Ahli Kesehatan Soroti Animo Masyarakat yang Rendah

Kevi Laras, Jurnalis · Senin 12 September 2022 08:00 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi vaksinasi, (Foto: Pixabay)

VAKSINASI masih jadi salah satu upaya pemerintah Indonesia dalam pengendalian situasi pandemi Covid-19.

Namun sayangnya, meski sudah sering digaungkan betapa pentingnya vaksinasi dosis ketiga (booster), nyatanya minat masyarakat akan vaksinasi booster masih rendah.

Disoroti ahli kesehatan, dr. Alexander K Ginting, Sp. P(K)m ia menilai animo masyarakat di lapangan memang rendah, dengan merujuk pada data capaian yang baru 30 persen secara nasional.

"Kalau kita bandingkan di 2021, Satgas dari unsur Satgas Kabupaten/Kota hingga desa itu aktif terlibat melakukan vaksinasi, yang membuat laju vaksinasi begitu tinggi. Tapi begitu keadaan melandai maka animo masyarakat khususnya bosster jadi rendah," ujar dr. Alexander, baru-baru ini dalam acara Mengukur Relevansi Protokol Kesehatan dikutip dari kanal YouTube BNPB Indonesia, Senin (12/9/2022).

Ia menegaskan, masyarakat Indonesia memang harus terus diingatkan agar mau melakukan vaksinasi booster. Bukan hanya untuk syarat mobilitas aktivitas sosial ekonomi, tapi secara medis memang, perlindungan dari vaksin Covid-19 dosis primer (satu dan dua) bisa menurun dalam kurun waktu 6 bulan.

"Masyarakat juga harus tetap diingatkan, virus ini berubah terus, bermutasi terus walaupun banyak di antara virus semakin lemah. Daya tahan tubuh sesuai dengan jadwal, sesuai dengan waktunya, itu harus diperkuat," pungkas dokter yang juga menjabat sebagai FCCP Sub Bidang Dukungan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 tersebut.

1
2