Share

6 Sindrom dan Penyakit yang Lebih Rentan Menyerang Kaum Perempuan, Ayo Lawan!

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Sabtu 10 September 2022 17:00 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

MENGULAS 6 sindrom dan penyakit yang lebih rentan menyerang kaum perempuan. Umumnya beragam jenis penyakit menyerang tubuh saat imun tubuh melemah. Selain itu, pola hidup juga menjadi faktor pendukung seseorang terserang penyakit.

penyakit

Meski begitu, terdapat beberapa jenis penyakit yang diketahui memiliki risiko tinggi terhadap keadaan genetik tertentu bahkan jenis kelamin tertentu. Hal ini dibenarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang melansir bahwa jenis kelamin memiliki peran yang cukup besar terhadap risiko penyakit tertentu.

Pasalnya, adanya perbedaan fisik, norma, peran, dan tugas dalam lingkup sosial antara perempuan dan laki-laki membuat risiko terhadap paparan penyakit pun berbeda. Walaupun memiliki tingkat harapan hidup lebih tinggi dari laki-laki, perempuan diketahui lebih rentan terserang penyakit tertentu

Lantas, apa saja sindrom dan penyakit yang lebih rentan menyerang kaum perempuan? Untuk mengetahuinya, simak rangkuman okezone berikut ini.

Berikut 6 sindrom dan penyakit yang lebih rentan menyerang kaum perempuan dikutip Nichd:

1. Autoimun

Penyakit autoimun sendiri mungkin masih terdengar asing bagi sebagian masyarakat Indonesia. Penyakit ini memang baru mencuat dalam 1 dekade terakhir di Indonesia. Padahal, penderita penyakit autoimun di dalam negeri cukup banyak dan memerulkan perhatian khusus dari berbagai pihak.

Penyakit ini umumnya berlangsung lama sehingga para penderita atau disebut dengan odamun (orang dengan autoimun) akan membawa penyakit tersebut seumur hidupnya, baik dalam keadaan penyakit yang aktif maupun terkontrol dalam pemantauan. Pasalnya, dalam beberapa kasus penyakit autoimun dapat kambuh sewaktu-waku dan dampaknya sangat besar bagi kehidupan para penderita. Perempuan dinilai sangat rentan terkena autoimun karena menurut penelitian, kekurangan vitamin D di Indonesia umumnya terjadi pada kaum wanita.

2. Penyakit Jantung

Penyakit jantung menjadi penyebab utama kematian wanita di Amerika Serikat. Meskipun penyakit jantung juga penyebab utama kematian pria di Amerika Serikat, perempuan lebih mungkin meninggal setelah serangan jantung daripada laki-laki.

Selain itu, perempuan juga kemungkinan lebih tinggi mengalami keterlambatan dalam perawatan darurat dan pengobatan untuk mengontrol kadar kolesterol dibandingkan laki-laki.

3.Kesehatan Mental

Perempuan diketahui lebih cenderung menunjukkan tanda-tanda depresi dan kecemasan daripada laki-laki. Depresi adalah masalah kesehatan mental yang paling umum dialami wanita dan lebih banyak perempuan daripada laki-laki yang didiagnosis dengan depresi setiap tahun.

4.Penyakit menular seksual

Efek PMS/IMS pada perempuan bisa lebih serius daripada laki-laki. Membiarkan PMS/IMS tidak diobati dapat menyebabkan kemandulan pada perempuan. PMS/IMS sering tidak diobati oleh perempuan yang menderita lantaran gejalanya kurang jelas dibandingkan pada laki-laki atau kondisi lain yang kurang serius, seperti infeksi jamur.

5. Sindrom Turner

Sindrome satu ini adalah penyakit genetik yang mempengaruhi 1 dari 2.500 anak perempuan. Sindrom ini menyebabkan pertumbuhan anak perempuan melambat, sehingga akan tampak selalu lebih pendek dari teman-temannya.

Sindrom Turner dapat membuat wanita tidak subur, namun berkat kemajuan teknologi medis, fertilisasi in vitro dan pengobatan hormon dapat membantu meningkatkan peluang kehamilan. Penyakit ini memiliki gejala fisik seperti perkembangan tulang yang tidak normal, tidak adanya menstruasi, atau kelopak mata yang terkulai.

Sindrom ini terjadi lantaran anak perempuan kehilangan salah satu kromosom X (perempuan memiliki kromosom XX sedangkan laki-laki memiliki kromosom XY) atau kehilangan bagian dari kromosom X kedua. Dengan kata lain, kondisi ini termasuk kesalahan acak dalam pembelahan sel ketika sel orang tua bergabung bersama.

Alhasil, wanita dengan sindrom ini mungkin menderita masalah kesehatan lain seperti ginjal, masalah jantung, hipertensi, obesitas, diabetes, penglihatan, masalah tiroid atau tulang.

6. Kelainan Genetik

Sindrom Rett adalah kelainan genetik yang memengaruhi cara otak berkembang, dan penderita akan semakin kehilangan keterampilan motorik dan bicara. Bayi dengan sindrom ini tampak berkembang secara normal hingga berusia 18 bulan. Kemudian, mulai kehilangan keterampilan merangkak, berjalan dan berbicara, serta penggunaan tangan.

Anak perempuan yang mulai mengalami masalah otot dan dapat mengalami kejang dan cacat intelektual bisa menjadi pertanda gejala sindrom ini. Penyakit ini disebabkan oleh mutasi genetik yang terjadi secara acak pada gen yang disebut MECP2.

Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi ini menjadi penyakit bawaan. Perlu diketahui, sindrom ini juga mempengaruhi pria, tetapi pada tingkat yang lebih rendah.

Demikian 6 sindrom dan penyakit yang lebih rentan menyerang kaum wanita. Oleh sebab itu, diharapkan menjadi pribadi yang dapat menjaga kesehatan tubuh juga peduli asupan makanan.

(RIN)

1
4