Share

Kenali Bulimia: Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Pencegahan

Destriana Indria Pamungkas, Jurnalis · Sabtu 10 September 2022 14:41 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Bulimia(Foto:Freepik)

BULIMIA atau bullimia nervosa didefinisikan sebagai gangguan makan yang serius. Gangguan makan ini jika dibiarkan bisa berpotensi mengancam jiwa. Bulimia adalah gangguan makan yang berasal dari hilangnya kontrol atas kebiasaan makan dan keinginan untuk tetap kurus. Banyak orang mengaitkan kondisi ini dengan muntah setelah makan. Tetapi masih banyak yang harus diketahui tentang bulimia daripada gejala yang satu ini.

Dilansir dari Mayo Clinic, seseorang yang mengidap bulimia akan makan diam-diam secara berlebihan dan kehilangan kendali. Namun mereka akan merasa menyesal dan mencoba mengeluarkan makanannya lagi dengan cara yang tidak sehat, seperti menyalahgunakan obat pencahar atau memuntahkannya.

Gangguan Makan

Untuk tahu lebih lanjut, berikut gejala, penyebab, faktor risiko, dan pencegahan bulimia.

Beberapa gejala penderita bulimia mungkin akan mengalami:

-Sibuk dengan bentuk dan berat badan.

-Sering merasa ketakutan terhadap kenaikan berat badan.

-Makan dalam jumlah besar dan banyak, namun setelah itu dimuntahkan dengan sengaja.

-Tidak bisa mengontrol apa yang dimakan.

-Memaksakan diri untuk muntah atau berolahraga secara berlebihan agar berat badan tidak naik.

-Menyalahgunakan obat pencahar, diuretik, atau enema.

-Puasa berlebihan.

-Meggunakan suplemen penurunn berat badan secara berlebihan.

Sedangkan, penyebab pasti mengapa seseorang bisa mengidap bulimia. Namun, dipercaya ada beberapa faktor resiko  yang memiliki peran penting dibalik penderita bulimia, seperti:

-Faktor keturunan, banyak yang berpendapat jika salah satu keluarga inti memiliki gangguan bulimia, maka kondisi ini bisa meningkatkan resiko salah satu keluarga lain terkena bulimia.

-Faktor psikologis, seseorang dengan gangguan psikologis seperti depresi, gangguan kecemasan, gangguan PTSD, dan OCD bisa meningkatkan resiko terkena bulimia.

-Faktor lingkungan dan pekerjaan, salah satu faktor paling mempengaruhi penderita bulimia adalah lingkungan sosial yang kerap memberikan kritik serta tekanan pada seseorang atas berat badan, cara makan, atau bentuk tubuh. Selain itu, tuntutan pekerjaan juga bisa menjadi salah satu alasannya.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, jika penderita bulimia dibiarkan begitu saja maka akan menimbulkan gejala penyakit serius bahakn mengancam jiwa. Berikut beberapa komplikasi yang bisa terjadi pada penderita bulimia:

-Penyakit jantung

-Gagal ginjal

-Sindrom mallory-weiss

-Depresi

-Penyalahgunaan NAPZA dan alkohol

-Muncul dorongan untuk bunuh diri

Cara pengobatan pada penderita bulimia akan berfokus pada gangguan mental yang dialami oleh pasien serta memperbaiki pola makannya. Sehingga pengobatan ini akan melibatkan banyak pihak, seperti keluarga, psikiater, dan juga dokter gizi.

Penderita bulimia akan melalui beberapa metode pengobatan. Metode yang dimaksud berupa psikoterapi, obat-obatan, dan konseling gizi.

Sementara itu, cara pencegahan bulimia memang belum diketahu secara pasti. Namun, peran orang-orang terdekat seperti keluarga dan teman bisa membantu merubah penderita bulimia.

Demikian informasi mengenai kenali Bulimia: gejala, penyebab, faktor Risiko, pencegahan.

(RIN)

1
3