Share

2 Perusahan Farmasi di Cina dan India Kantungi Persetujuan Merilis Vaksin Nassal Covid-19

Wiwie Heriyani, Jurnalis · Sabtu 10 September 2022 15:30 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Freepik)

SEIRING pandemi Covid-19 yang masih berlanjut, vaksin baru untuk mencegah infeksi SARS-CoV-2, virus masih terus dikembangkan oleh para ahli kesehatan di dunia.

Hingga saat ini, semua vaksin Covid-19 yang disetujui telah diberikan secara subkutan, yaitu diberikan di bawah kulit, atau seringkali dengan suntikan ke area atas lengan.

Saat ini, dua perusahaan dari Cina dan India berencana melakukan terobosan dengan pengembangan vaksin Covid-19 yang dihirup melalui hidung.

Perusahaan dari Cina, CanSino Biologics baru-baru ini diketahui menerima persetujuan untuk meluncurkan Convidecia Air, vaksinrekombinan mereka yang dikirim melalui inhalasi, yang digunakan sebagai semprotan hidung.

Selain CanSino, perusahaan bioteknologi yang berkantor pusat di India yakni Bharat Biotech International juga telah diberikan persetujuan berdasarkan Penggunaan Terbatas dalam Situasi Darurat di India untuk vaksin rekombinan iNCOVACC yang diberikan secara intranasal sebagai obat tetes hidung.

Baik Convidecia Air dari CanSino Biologics, dan iNCOVACC dari Bharat Biotech International Limited adalah vaksin rekombinan. Itu artinya dua produsen ini memakai protein dari virus SARS-CoV-2 dalam vaksin.

Ketika vaksin masuk ke dalam tubuh, protein menempel pada sel-sel di dalam tubuh untuk memicu respons imun jika ditemukan kembali protein yang sama. Kedua vaksin intranasal ini disebutkan lebih lanjut, juga menggunakan teknologi vektor adenovirus. Vektor adenoviral adalah virus rekayasa genetika yang sebelumnya digunakan dalam terapi gen.

Para peneliti juga telah melakukan penelitian tentang penggunaan vektor adenovirus sebagai platform vaksin untuk penyakit lain, termasuk HIV-1, Ebola, dan berbagai penyakit menular lainnya.

Menurut pernyataan di situs web CanSino Biologics, Convidecia Air menggunakan platform teknologi vektor adenovirus yang sama dengan Convidecia, vaksin suntik COVID-19 perusahaan.

Convidecia sendiri, belum lama ini diketahui sudah menerima daftar penggunaan darurat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hasil uji klinis fase 3 untuk Convidecia menunjukkan tingkat kemanjuran 57,5 persen terhadap infeksi SARS-CoV-2, yang mencegah gejala COVID-19 selama 28 hari atau lebih usai vaksinasi. Demikian sebagaiman diwarta dari Medical News Today, Sabtu (10/9/2022).

1
2