Share

6 Fakta Seputar Vaksin Qdenga, Vaksin untuk Pencegahan Demam Berdarah

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 10 September 2022 09:00 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi vaksin, (Foto: Freepik)

BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia telah mengeluarkan izin edar untuk vaksin Dengue dengan nama Qdenga, bertujuan sebagai vaksin untuk mencegah penyakit dengue (DBD).

Bukan jadi yang pertama, dalam keterangan resminya, BPOM menyebut vaksin ini adalah vaksin Dengue kedua yang disetujui izin edarnya paska vaksin Dengvaxia yang terdaftar atas nama PT Aventis Pharma).

Sebagian masyarakat mungkin belum terlalu familiar dengan vaksin Qdenga. Maka dari itu, tak ada salahnya untuk menyimak ringkasan fakta-fakta seputar vaksin Qdenga, sebagaiman dihimpun dari keterangan resmi BPOM, Sabtu (10/9/2022).

1. Jenis: Vaksin Qdenga adalah jenis Live Attenuated Tetravalent Dengue Vaccine (TDV) terdiri atas 4 strain Virus Dengue, yaitu strain Dengue serotipe 2 attenuated (TDV-2), rekombinan strain Dengue serotipe 2/1 (TDV-1), rekombinan strain Dengue serotipe 2/3 (TDV-3), dan rekombinan strain Dengue serotipe 2/4 (TDV-4).

2. Dibuat dari virus yang dilemahkan: Vaksin strain TDV-2 dibuat dari virus Dengue tipe 2 yang dilemahkan (attenuated). Sementara untuk strain vaksin attenuated serotipe 1, 3, dan 4 direkayasa dengan mensubstitusi struktur gen pre-membrane (prM) dan envelope (E) dari TDV-2 dengan gen prM dan E strain virus Dengue tipe 1, virus Dengue tipe 3, dan virus Dengue tipe 4.

3. Ada batas usia penerima: Vaksin Qdenga bisa diberikan ke individu dengan usia minimal 6 sampai 45 tahun.

4. Efikasi: Efikasi vaksin Qdenga untuk pencegahan demam berdarah secara keseluruhan sampai 80,2 persen. Sedangkan efikasinya untuk mencegah hospitalisasi akibat virus Dengue sebesar 95,4 persen.

5. Efek simpang: BPOM menerangkan efek simpang lokal yang dilaporkan, mulai dari nyeri pada tempat suntikan, erythema (bercak kemerahan), dan pembengkakan yang sifatnya hanya sementara dan akan hilang dalam 1 sampai 3 hari setelah pemberian vaksin. Sementara itu, efek simpang sistemik yang dilaporkan yaitu sakit kepala, myalgia (nyeri otot), malaise, asthenia (rasa lelah), iritabilitas, drowsiness (mengantuk), hilang nafsu makan, dan demam.

6. Dosis: Vaksin diberikan dalam 2 dosis dengan interval (jarak) pemberian 3 bulan antar dosis satu dengan dosis ke dua. Caranya melalui injeksi secara subkutan pada otot lengan bagian atas.

1
2