Share

Menarik, Studi Penelitian Sebut Vaksin Flu Bisa Kurangi Risiko Stroke Sampai 12 Persen

Astri Lawrensia, Jurnalis · Sabtu 10 September 2022 08:00 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Freepik)

VAKSIN flu di tengah masyarakat memang sudah lama dan telah digunakan secara rutin dimanfaatkan oleh banyak orang.

Vaksin flu ini mampu melindungi tubuh dari penyakit flu, yang secara umum dianjurkan untuk dilakukan setiap satu tahun sekali.

Nyatanya, selain mampu mencegah flu, dikutip dari Daily Mail, Sabtu (10/9/2022) studi mengatakan bahwa vaksin flu dapat mencegah seseorang berisiko mengalami penyakit stroke ( kondisi terjadi penyumbatan di pembuluh darah atau pecahnya pembuluh darah yang dapat menghentikan darah mencapai otak), yang biasanya dipicu oleh penumpukan kolesterol atau tekanan darah tinggi. Sehingga akhirnya bisa melemahkan arteri dan secara bertahap mempersempit arteri dari waktu ke waktu.

Penelitian ini diterbitkan secara online di jurnal Neurology, dilakukan oleh peneliti dari University of Alcalá di Madrid, Spanyol. Tim peneliti melakukan pengamatan terhadap kesehatan lebih dari 75000 orang yang berusia di atas 40-an, termasuk ribuan orang dengan stroke.

Hasilnya? Ternyata menunjukkan sebesar 12 persen orang yang telah menerima vaksin flu, memiliki risiko yang lebih kecil mengalami stroke, jika dibandingkan dengan orang yang tidak melakukan vaksin flu rutin tahunan.

Hasil ini semakin diperkuat oleh penelitian sebelumnya, yang juga telah menemukan bahwa flu itu sendiri dapat meningkatkan risiko stroke. Peneliti mengungkapkan bahwa melakukan vaksin flu mungkin hanya membantu menghentikan orang terinfeksi flu, tetapi secara teori mungkin ada cara terpisah vaksin bekerja untuk mengurangi risiko stroke.

Hal ini juga didukung oleh penelitian terbaru yang ada, yakni penelitian yang dilakukan dengan mengamati 14322 orang yang mengalami stroke iskemik, jenis stroke yang paling umum yang disebabkan oleh bekuan darah yang mempengaruhi aliran ke otak.

Para penelitin mencocokkan ini dengan kelompok kontrol yang terdiri dari 71610 orang yang belum pernah terkena stroke. Kemudian diamati lah, para pasien telah menerima suntikan flu setidaknya dua minggu sebelum terkena stroke, atau sebelum tanggal yang sama bagi mereka yang tidak menderita.

BACA JUGA:Benarkah Flu Burung akan Pandemi Selanjutnya? Simak Pendapat Ahli!

BACA JUGA:Ribuan Warga Bandung Positif HIV, Benarkah Gejala HIV Mirip Flu?

Hasil penelitian menunjukkan 41,4 persen penderita stroke telah menerima suntikan, dibandingkan dengan 40,5 persen dari kelompok yang tidak mengalami stroke. Meskipun risikonya tampak sedikit lebih besar pada kelompok yang mendapat vaksin flu, catatannya di sini adalah banyak pasien yang umurnya sudah lebih tua dan punya penyakit penyerta seperti tekanan darah tinggi dan kolesterol, yang merupakan faktor risiko utama stroke.

Berdasarkan hasil yang ada, peneliti mengklaim bahwa penelitian ini hanya observasional, yang berarti peneliti tidak dapat membuktikan bahwa vaksin flu pasti mengurangi risiko terkena stroke. Tetap ada faktor-faktor lain yang berpotensi juga turut berperan di dalamnya dan tetap diperlukan lebih banyak penelitian lainnya.

“Untuk bisa mengurangi risiko stroke, dengan cara sederhana seperti melakukan vaksin flu itu sangat menarik. Studi observasional ini menunjukkan, bahwa orang yang sudah terima vaksin flu memiliki risiko stroke yang lebih rendah, ujar Dr. Francisco de Abajo, selaku salahs atu peneliti.

1
3