Share

Mengenal Gangguan Mobilitas Episodik, yang Diderita Ratu Elizabeth II sebelum Meninggal Dunia

Vivin Lizetha, Jurnalis · Jum'at 09 September 2022 10:44 WIB
$detail['images_title']
Ratu Elizabeth II (foto: istimewa)

RATU Elizabeth II dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (8/9/2022). Ini membuat dunia internasional berduka. Pasalnya, Ratu Elizabeth II adalah salah satu sosok pemimpin yang berpengaruh secara global. Meskipun sudah sejak beberapa tahun ini Ratu sudah jarang muncul ke publik karena penyakit yang dideritanya. Kali terakhir ia tampil adalah pada Hari Selasa (6/9/2022) saat penunjukkan Liz Truss sebagai Perdana Menteri baru untuk Inggris.

Diketahui Ratu Elizabeth II sudah lama menderita gangguan mobilitas episodik. Ini membuatnya beberapa kali tidak hadir dalam acara penting kerajaan Inggris.

 ratu elizabeth II

Dikutip dari thesun.co.uk, Jumat (9/9/2022), masalah mobilitas episodik yang diderita Ratu elizabeth, tidak mengacu pada diagnosis medis tertentu. Mobilitas mengacu pada kapasitas kita untuk bergerak dengan bebas dan mudah. Dalam istilah medis, episodik berarti bahwa gejalanya tidak konstan. Jadi terkadang dapat bergerak dengan baik, namun di suatu waktu menjadi sulit untuk bergerak. Inilah yang terjadi pada Sang Ratu menurut pernyataan Istana.

Ada beberapa faktor penyebab gangguan mobilitas episodik ini terjadi, dikutip dari Healthline, Jumat (9/9/2022).

1. Proses penuaan

2. Cedera

3. Kegemukan

4. Kondisi kesehatan mental

5. Kondisi neurologis

Follow Berita Okezone di Google News

Selain membuat seseorang mengalami kesulitan berjalan dan bergerak seperti biasanya, gangguan mobilitas episodik ini dapat mempengaruhi kemandirian orang. Termasuk kemampuan untuk menjaga diri sendiri dan kesehatan mental mereka. Penderita akan berjuang untuk mengoordinasikan gerakan tubuh mereka sendiri.

Kondisi seperti ini sudah dirasakan Ratu sejak Mei 2022. Saat itu, pihak istana mengumumkan bahwa Ratu tidak akan menghadiri Pembukaan Parlemen Negara untuk pertama kalinya dalam hampir 60 tahun ia menjabat. Setelahnya, Ratu semakin sering tidak hadir dalam acara seremoni kerajaan karena penyakit gangguan mobilitas episodik. 

(vvn)

1
2