Share

Jennifer Lawrence Sempat Berniat Aborsi Sebelum Akhirnya Keguguran, Ini 4 Jenis Tipe Prosedurnya

Astri Lawrensia, Jurnalis · Jum'at 09 September 2022 08:00 WIB
$detail['images_title']
Jennifer Lawrence, (Foto: Reuters/Mario Anzouni)

JENNIFER Lawrence terungkap pernah berniat melakukan aborsi, sebelum dirinya akhirnya harus mengalami keguguran.

Dalam wawancara dengan Vogue untuk edisi Oktober 2022, disebutkan sebelum anak pertamanya lahir, Jennifer Lawrence mengungkapkan dia hampir melakukan aborsi di usianya yang masih 20 tahunan, dikutip dari Newsweek, Jumat (9/9/2022). 

Keinginan tersebut, didasari kecemasan Jennifer yang melihat begitu banyak kasus anak – anak di Amerika Serikat meregang nyawa karena senjata dan persoalan politik. Ia tidak ingin hal seperti itu menimpa anaknya kelak, ditambah waktu itu di AS sendiri tindakan aborsi sudah dilegalkan.

Tindak aborsi sendiri, secara harfiah adalah cara medis untuk mengakhiri kehamilan. Disebutkan lebih lanjut, di seluruh dunia,sekitar setengah dari semua kehamilan yang tidak diinginkan yang dilaporkan berakhir dengan aborsi.

Secara medis, tindakan aborsi cukup beravariasi jenisnya. Melansir Medical News Today, Jumat (9/9/2022) ada empat tipe tindakan prosedur aborsi. Berikut di bawah ini ulasan singkatnya.

1. Aborsi medis: Aborsi medis mengharuskan orang hamil untuk meminum 200mg pil pada waktu yang berbeda biasanya pil mifepristone (Korlym, Mifeprex) dan misoprostol (Cytotec). Pertama harus minum mifepristone dan setelahnya misoprostol dalam waktu tidak lebih lebih dari 24-48 jam. Mifepristone menghentikan perkembangan kehamilan, sementara misoprostol memicu pengosongan rahim, yang akan dimulai 2-24 jam setelah minum pil.

2. Vakum: Inspiration vakum adalah jenis aborsi bedah yang menggunakan pengisapan dengan lembut untuk mengakhiri kehamilan seseorang. Dokter biasanya merekomendasikan ini selama trimester pertama. Tipe ini dilakukan dengan memasukkan spekulum ke dalam vagina, kemudian mengoleskan obat atau menggunakan suntikan untuk mematikan rasa di area tersebut. Selanjutnya, dokter akan menggunakan batang tipis yang disebut dilator untuk membuka leher rahim, lalu memasukkan tabung ke dalam rahim, kemudian menggunakan alat pengisap manual atau mekanis untuk mengosongkan rahim.

3. Pelebaran dan evakuasi (D&E): Dilation and evacuation adalah jenis aborsi bedah yang biasa digunakan dokter selama trimester kedua. Seorang dokter mungkin memberikan anestesi umum sebelum melakukan pelebaran dan evakuasim memastikan bahwa seseorang tidak merasakan apa-apa selama prosedur. Dokter kemudian memulai dengan memasukkan spekulum ke dalam vagina dan menggunakan dilator untuk membuka serviks kemudian mengeluarkan jaringan kehamilan dengan forsep kecil. Pada proses bedah akhir, dokter akan menggunak suction untuk menghilangkan jaringan yang tersisa.

4. Induksi persalinan: Merupakan metode jangka panjang untuk mengakhiri kehamilan di usia trimester kedua atau ketiga. Induksi persalinan melibatkan penggunaan obat-obatan untuk memulai persalinan, yang menyebabkan rahim mengosong selama periode sekitar 12-24 jam. Seseorang dapat minum obat obatan ini melalui mulut tapi memang bisa juga dengan teknik lain yakni ditempatkan oleh dokter ke dalam vagina atau menyuntikkannya ke dalam rahim. Dokter biasanya juga memberikan obat pereda nyeri atau anestesi lokal, karena kram hebat terjadi selama jenis aborsi ini. Perlu diketahui, jenis aborsi ini jarang terjadi, dan dokter mungkin merekomendasikannya hanya jika nyawa ibu hamil dalam bahaya.

 BACA JUGA:Apa Benar Konsumsi Kopi dengan Lemon Bermanfaat untuk Diet? Cek Faktanya!

BACA JUGA:Cek Fakta: Menahan Tangis Bisa Sebabkan Orang Kena Kanker?

1
2