Share

Benarkah Pneumonia Jadi Gejala HIV, Mitos Atau Fakta?

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Kamis 08 September 2022 17:28 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Pneumonia. (Foto: Shutterstock)

PENYAKIT Human Immunodeficiency Virus (HIV) memang kerap tak disadari. Pasalnya, gejala HIV sangat mirip dengan keluhan yang terjadi akibat penyakit lain.

Menurut praktisi medis, seperti dilansir dari AIDS Map, terdapat dua tipe virus yang menyebabkan infeksi HIV. Virus tersebut termasuk dalam kelompok retrovirus, yang penularannya melalui darah, penggunaan jarum suntik secara bergantian, hubungan seksual tanpa pengaman, dan dari ibu ke bayi saat persalinan.

Saat menginfeksi, virus tersebut akan menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga membuat penderitanya mudah terinfeksi penyakit lain. Seperti dilansir dari KlikDokter, gejala HIV muncul berdasarkan perjalanan penyakit.

Jadi, seseorang yang terkena HIV memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk terserang suatu penyakit, misalnya radang paru (pneumonia). Tetapi tak menutup kemungkinan, dapat terkena penyakit infeksi lainnya.

Namun demikian, tidak setiap orang yang mengalami radang paru atau pneumonia adalah orang yang terkena HIV. Sebab radang paru itu sendiri juga bisa terjadi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh rendah, meski dirinya tidak terinfeksi HIV.

Peradangan atau infeksi paru itu hanya salah satu di antara banyak kumpulan gejala HIV saat sistem kekebalan tubuh seseorang sudah lemah atau rusak. Nah, untuk memastikan apakah penyakit tersebut hadir bersama HIV atau tidak, seseorang perlu melakukan pemeriksaan VCT atau kadar CD4 dalam darah.

Menurut para peneliti diketahui bahwa pasien dengan HIV memiliki peningkatan risiko infeksi saluran pernapasan. Sistem pernapasan Anda meliputi hidung, sinus, tenggorokan, dan paru-paru.

Bahkan kerusakan kekebalan yang sederhana dapat membuat individu rentan terhadap infeksi bakteri, dan penyakit HIV stadium lanjut dapat melibatkan risiko infeksi seperti Pneumonia Pneumocystis (PCP). Tuberkulosis juga diketahui merupakan penyebab penting infeksi saluran pernapasan di antara pasien dengan HIV di Afrika dan Asia.

Gejala pernapasan yang paling umum pada orang dengan HIV adalah sesak napas dan batuk. Batuk mungkin kering, atau mungkin mengeluarkan lendir lengket (dahak), kemudian biasanya diikuti dengan penurunan berat badan yang signifikan dalam waktu yang relatif singkat.

Banyak hal yang dapat menyebabkan masalah ini pada seseorang dengan HIV. Misalnya, Anda mungkin terkena infeksi sinus (sinusitis) atau bronkitis akibat sistem kekebalan Anda tidak dapat melawannya. Namun, lain halnya dengan faktor yang mempengaruhi seperti usia, merokok, atau penggunaan narkoba juga dapat menyebabkan gangguan pernapasan bagi semua orang.

Kemudian infeksi sinus (sinusitis) biasanya dimulai seperti pilek, hidung berair dan tersumbat yang membuatnya sulit bernapas. Kemudian sama halnya dengan bronkitis, yaitu ketika saluran yang membawa oksigen dari tenggorokan ke paru-paru Anda meradang. Hal ini dapat menyebabkan batuk, kesulitan bernapas, dan banyak lendir.

Mengetahui adanya fakta medis ini, Anda diharapkan tidak terlalu cepat memiliki anggapan yang terlalu dini tanpa pemeriksaan spesifik terlebih dahulu. Ini berarti, jika saat ini Anda sedang terkena radang paru atau penyakit saluran nafas lainnya, jangan buru-buru menganggap bahwa penyakit tersebut adalah awal dari gejala HIV. Akan lebih baik jika Anda memeriksakan diri ke dokter, guna mendapatkan diagnosis pasti.

1
2