Share

Peserta Lomba Lari di Balikpapan Meninggal, Dokter Ingatkan Pentingnya Rutin Cek Jantung!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 08 September 2022 16:04 WIB
$detail['images_title']
Lomba lari harus fit (Foto: Unsplash)

BELUM lama ini beredar kabar mengejutkan dari ajang lomba lari Balikpapan Open 2022, satu peserta dilaporkan meninggal dunia di track running.

Peserta lomba lari Balikpapan Open 2022 tersebut mengalami serangan jantung sebelum dinyatakan meninggal dunia. Di sisi lain, banyak peserta lomba lari itu yang alami sesak napas sampai memerlukan penanganan medis serius.

 lomba lari

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Heartology Cardiovascular Center dr Faris Basalamah, Sp.JP(K) memberikan penjelasannya mengenail hal ini.  Menurutnya, pelajaran yang bisa diambil dari peristiwa tersebut adalah pentingnya medical check up jantung secara rutin, terlebih jika Anda aktif olahraga.

"Sebaiknya rutin medical check up jantung untuk memastikan kesehatan jantung sebelum aktif berolahraga, apalagi kalau Anda bukan seseorang yang terbiasa berolahraga sebelumnya," kata dr Faris dalam rekaman suara yang diterima MNC Portal, Kamis (8/9/2022).

Kenapa cek jantung penting sebelum aktif berolahraga?

Dokter Faris menjelaskan, ini untuk memastikan apakah seseorang memang sudah punya faktor risiko sebelumnya atau belum. Sebab, tidak sedikit dari orang yang rajin olahraga, terlihat sehat, tapi masalah di jantungnya sudah berlangsung.

"Pada orang yang seperti itu tentu akan bahaya jika tidak diketahui status kesehatan jantungnya. Karena itu juga banyak kejadian sudden death," terang dr Faris. "Saat pemicu masalah muncul, maka efeknya bisa sangat buruk pada tubuh," sambungnya.

 BACA JUGA:Terpapar Gas Air Mata Bisa Sebabkan Serangan Jantung, Benarkah?

Dokter Faisal menyarankan sekali bagi Anda yang berusia di atas 40 tahun untuk rutin cek jantung. Tapi, ini bukan berarti bahwa anak muda tidak perlu cek jantung. Sebab, anak muda pun punya risiko sudden death, tapi dengan penyebab yang berbeda.

Ya, jika pada orang berusia di atas 40 tahun risiko terbesar sudden death adalah serangan jantung, nah pada anak muda masalah aritmia. Jadi, baik mereka yang berusia di atas 40 tahun maupun anak muda, sama-sama punya risiko sudden death.

"Pada mereka yang berusia muda tapi sudah sangat aktif berolahraga, penting sekali cek jantung rutin agar ketahuan status kesehatan jantung dan faktor risikonya. Sebab, anak muda yang rajin olahraga pun punya risiko alami sudden death," tambah dr Faris.

1
2