Share

Wanita Lahirkan Anak Kembar dari 2 Ayah Biologis yang Berbeda, Kok Bisa?

Astri Lawrensia, Jurnalis · Jum'at 09 September 2022 07:00 WIB
$detail['images_title']
bayi kembar beda ayah, (Foto: Newsflash)

LAZIMNYA, anak akan lahir dengan akan mengikuti gen biologis dari orang tuanya. Baik gen dari ayah ataupun sang ibu.

Lantas, bagaimana jika yang lahir bayi kembar? Secara medis mereka hanya akan memiliki satu ibu biologis dan satu ayah biologis, dengan mengikuti gen diantara salah satunya atau keduanya.

Namun, hal itu sangat berbeda dengan apa yang dialami oleh seorang wanita Brasil berusia 19 tahun satu ini. Sebab, ia diketahui melahirkan bayi kembar dan masing - masing memiliki ayah biologis yang berbeda. Hal itu terjadi, setelah wanita tersebut berhubungan seks dengan dua pria pada hari yang sama, dilansir dari New York Post, Jumat (9/9/2022).

Wanita yang tak disebutkan namanya itu, awalnya mencurigai hanya satu dari dua pria itu sebagai ayah dari anak kembarnya. Sehingga dia berinisiatif mengajak salah satu dari kedua pria tersebut untuk melakukan tes DNA, akan tetapi ternyata hasilnya hanya positif untuk satu anak.

"Saya ingat bahwa saya telah berhubungan seks dengan pria lain, dan memintanya untuk melakukan tes. Saya terkejut dengan hasilnya. Aku tidak tahu ini bisa terjadi, โ€ ucap wanita itu.

Meski pun hasil tes DNA menyatakan kedua bayi berusia 16 bulan tersebut punya dua ayah biologis yang berbeda, bayi kembar tersebut disebutkan sekarag hanya diasuh oleh sang ibu dan salah satu dari dua orang ayah.

Menanggapi fenomena tersebut, medis mengklaim bahwa bayi kembar tersebut memiliki dua orang ayah biologis yang berbeda.

Namun, meskipun fenomena ini mengejutkan dan tak familiar, tentu saja bukan berarti tidak mungkin hal ini bisa terjadi.

โ€œHal ini mungkin terjadi ketika dua sel telur dari ibu yang sama dibuahi oleh pria yang berbeda. Bayi-bayi itu berbagi materi genetik ibu, tetapi mereka tumbuh di plasenta yang berbeda, " kata Dr. Tulio Jorge Franco.

Fenomena tersebut dinamakan superfekundasi heteropaternal, fenomena yang sangat langka yang terjadi ketika sel telur kedua yang dilepaskan selama siklus menstruasi yang sama juga dibuahi oleh sel sperma pria yang berbeda dalam hubungan seksual terpisah.

Dokter Tulio mengatakan, fenomena seperti ini memang sangat langka karena hanya ada satu dari sejuta kasus seperti ini. Kasus wanita Brasil di atas, bukan kasus yang pertama karena saat ini sudah ada sekitar 20 kasus yang terjadi di seluruh dunia.

Hal ini juga didukung oleh pernyataan seorang ahli DNA Karl-Hans Wurzinger yang menyebutkan dari sebuah studi akademis yang diterbitkan pada tahun 1997 bahwa ayah yang berbeda terjadi pada sekitar satu dari setiap 13.000 kasus ayah yang dilaporkan yang melibatkan anak kembar.

Dijelaskan lebih rinci, bahwa hal ini terjadi karena sel telur memiliki masa hidup 12 hingga 48 jam dan sperma dapat hidup selama tujuh hingga 10 hari. Ada waktu sekitar satu minggu untuk potensi tumpang tindih dan pembuahan dua telur oleh dua sperma dari dua tindakan hubungan seksual yang berbeda dengan sperma laki - laki yang berbeda.

1
3