Share

Terpapar Gas Air Mata Bisa Sebabkan Serangan Jantung, Benarkah?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 08 September 2022 10:45 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi gas air mata (foto: skynews)

DEMO kenaikan harga BBM di Siantar ricuh. Bahkan, satu mahasiswa diketahui harus dilarikan ke rumah sakit akibat tembakan gas air mata tepat di alat kelaminnya.

Kasus ini menjadi perhatian publik sekarang. Pihak kepolisian pun dikabarkan sudah secara terbuka meminta maaf atas insiden tersebut. Mahasiswa bernama Tony Sahputra Simanjorang tersebut kini tengah dirawat di rumah sakit.

Di sisi lain, gas air mata kerap digunakan polisi untuk mengamankan situasi demo. 'Senjata' tersebut dikeluarkan jika para demonstran sudah di luar kendali. Gas air mata diharapkan bisa menarik mundur demonstran dari pusat demo.

Ā gas air mata

Namun, paparan gas air mata yang berlebihan ternyata bisa memberi efek buruk pada kesehatan. Iritasi mata menjadi dampak paling sering terjadi. Menjadi pertanyaan sekarang, apakah paparan gas air mata dalam jumlah banyak atau overdosis bisa menyebabkan buta?

Menurut laman Healthline, Kamis (8/9/2022), reaksi paling umum dari paparan gas air mata adalah iritasi sistem pernapasan, mata, dan kulit. Rasa sakit tersebut muncul akibat bahan kimia yang terkandung di dalam gas air mata mengenai langsung tubuh manusia.

Setelah bahan kimia mengenai tubuh, zat tersebut mengikat salah satu dari dua reseptor rasa sakit yang disebut TRPA1 dan TRPV1. TRPA1 adalah reseptor rasa sakit yang sama dengan wasabi. Nah, pada gas air mata, rasa sakitnya 10.000 kali dibandingkan wasabi.

Follow Berita Okezone di Google News

Nah, khusus efek pada mata, gas air mata dilaporkan menyebabkan beberapa masalah seperti rasa gatal, sensasi terbakar pada mata, kebutaan sementra, pandangan kabur, pun luka bakar pada kasus yang ekstrem.

Lalu, efek dari paparan jangka panjang gas air mata atau terpapar dari jarak sangat dekat, meliputi:

1. Kebutaan seriusĀ 

2. Pendarahan di area mataĀ 

3. Kerusakan saraf

4. KatarakĀ 

5. Erosi kornea

Lebih lanjut, menurut Physicians for Human Rights, paparan gas air mara yang berkepanjangan atau berulang dapat menyebabkan gejala PTSD atau post traumatic stress disorder. Parahnya lagi, paparan gas air mata bisa menyebabkan meningkatnya denyut jantung atau tekanan darah. Pada orang dengan kondisi jantung yang sudah ada sebelumnya, paparan gas air mata dapat menyebabkan serangan jantung atau kematian," dikutip dari laman Healthline, Kamis (8/9/2022).

(vvn)

1
2