Share

Saus dan Kecap Indonesia Ditarik Badan Pangan Singapura karena Kandungan Sulfur Dioksida dan Asam Benzoat, Apa Bahaya Keduanya?

Wiwie Heriyani, Jurnalis · Kamis 08 September 2022 14:52 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Freepik)

BADAN Pangan Singapura, Singapore Food Agency (SFA)  diketahui baru saja melakukan penarikan dua produk makanan.

Dua produk bumbu keluaran PT. ABC, asal Indonesia yakni Kecap Manis ABC, dengan tanggal kedaluwarsa 26 Juni 2024, dan diimpor oleh New Intention Trading Co dan ABC Sambal Ayam Goreng Saus yang memiliki tanggal kadaluwarsa 6 Jan 2024 dan diimpor oleh Distributor Arklife.

Penarikan tersebut dilakujkan lantaran memiliki dua kandungan alergen. Berdasarkan identifikasi yang dilakukan SFA, ditemukan adanya sulfur dioksida pada kedua produk tersebut, sedangkan kandungan asam benzoat ditemukan pada saus sambal.

Hal ini tentu membuat masyarakat bertanya-tanya dan membuat was-was. Pasalnya, saus dan kecap merupakan dua bumbu yang sangat sering digunakan untuk menambah cita rasa dan kelezatan makanan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebenarnya kedua kandungan yang ada di saus dan kecap tersebut masih dalam jumlah yang wajar. Namun, sulfur dioksida dan asam benzoat disebut-sebut bisa berbahaya bagi konsumen yang memiliki alergi. Benarkah demikian? Berikut penjelasannya, merangkum laman Halodoc, Kamis, (8/9/2022).

 1. Sulfur Dioksida dan bahayanya: Merupakan salah satu zat aditif makanan yang digunakan sebagai pengawet. Sifat antimikroba yang dimiliki sulfur dioksida bisa mencegah makanan mengalami pembusukan yang disebabkan oleh mikroorganisme. Dari segi bahaya, sulfur dioksida ternyata juga bisa menimbulkan risiko kesehatan. Zat aditif makanan ini bisa memicu dermatitis, urtikaria, hipotensi, dan diare pada orang yang sensitif.

Follow Berita Okezone di Google News

Selain itu, bisa menyebabkan gangguan pernapasan, terutama pada orang dengan penyakit asma dan anak-anak. Bahkan, sulfur dioksida juga bisa menimbulkan reaksi alergi, seperti serangan asma, sakit kepala dan mual pada orang yang rentan. Maka dari itu, zat aditif makanan ini harus dicantumkan pada kemasan makanan dengan nama lengkapnya dan jumlahnya harus dibatasi.

2. Asam Benzoat dan bahayanya: Memiliki sifat antibakteri yang kuat, zat aditif ini bisa menghambat pertumbuhan bakteri, jamur dan ragi yang menjadi penyebab utama pembusukan makanan. Waspada, mengonsumsi asam benzoat secara berlebihan bisa menyebabkan diare, sakit perut, dan gejala lainnya, bahkan mengganggu proses metabolisme dalam tubuh.

Tidak hanya itu, bisa menyebabkan efek samping pada beberapa orang. Misalnya, iritasi dan peradangan dan bahkan pada beberapa orang juga mungkin bisa mengalami reaksi alergi, seperti gatal-gatal dan bengkak setelah mengonsumsi makanan yang mengandung asam benzoat.

 BACA JUGA:Saus dan Kecap ABC Ditarik Badan Pangan Singapura, Kenapa?

BACA JUGA:Pentingnya Melindungi Anak-Anak dari Bahaya BPA

1
2