Share

Sakit Maag Sulit Sembuh? Jangan-Jangan Anda Alami Gangguan Jiwa

Kevi Laras, Jurnalis · Rabu 07 September 2022 12:49 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Sakit Maag. (Foto: Shutterstock)

BANYAK orang yang tidak sadar ketika mereka mengalami gangguan mental atau kejiwaan. Pasalnya, masih banyak yang menganggap gangguan mental berarti mereka sudah tidak bisa berpikir secara logis.

Faktanya, gangguan mental atau kejiwaan bisa terjadi karena adanya tekanan dari pikiran atau stres sampai rasa cemas akan sesuatu. Sayangnya, rasa takut atau cemas tersebut kerap dianggap hal yang wajar bagi masyarakat awam.

Padahal menurut Dr. dr. Diah Setia Utami, Sp. KJ. MARS, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), hal itu bisa jadi salah satu pemicu gangguan kesehatan mental, khususnya di tengah Covid-19.

Maag

"Umumnya terkait dengan pandemi ini rasa takut, rasa cemas yang membuat mereka yang akhirnya menghambat kegiatan-kegiatan lainnya. Terutama rasa takut karena Covid ini sesuatu yang tidak ada kejelasannya, kapan mau berhenti, kapan orang itu kena, sehingga orang mengalami cemas," ujar Dr Diah, Ketua Umum PDSKJI dalam Talkshow Pengaruh Jangka Panjang Covid-19 Terhadap Kesehatan Mental dan Kognitif, di Kanal YouTube BNPB Indonesia, Rabu (7/9/2022)

Dr Diah mengatakan bahwa seseorang dengan gangguan kejiwaan tidak selalu datang dengan kondisi alami depresi. Gangguan mental atau jiwa bisa berakibat pada kesehatan, seperti mengalami sakit maag berkepanjangan.

Kendati gangguan mental, dari psikologi sangat berkaitan dengan kesehatan atau fisik. Dia pun mengatakan bahwa dalam diri yang kuat terdapat jiwa yang sehat.

"Itu sebenarnya awal dari gangguan mental tidak selalu orang itu datang mengapa 'ou saya mengalami gangguan jiwa ni depresi', karena bisa saja depresi itu dengan sakit maag yang muncul," imbuh Dr Diah.

"Atau penyakit tidak kunjung sembuh jadi fisik dan psikis itu tidak bisa dipisahkan. Dalam badan yang kuat harus ada jiwa yang sehat," jelasnya.

1
2