Share

10 Daftar Penyakit Penyebab Kematian di Seluruh Dunia,Waspadai Gangguan Pernapasan

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Rabu 07 September 2022 10:59 WIB
$detail['images_title']
Penyakit Mematikan (Foto: Lifezen)

MENGULAS 10 daftar penyakit penyebab kematian di seluruh dunia. Membahas tentang penyakit penyebab kematian, mungkin sebagian besar beranggapan jika penyakit yang bereaksi cepat pelaku utamanya.

Bahkan beberapa penyakit ini telah dikonfirmasi langsung oleh World Health Organization (WHO).

Berikut ini 10 daftar penyakit penyebab kematian di seluruh dunia menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

1. Penyakit jantung iskemik

Penyakit Jantung Mematikan

Penyakit arteri koroner (CAD) atau disebut penyakit jantung iskemik menjadi penyakit paling mematikan di dunia. Penyakit ini terjadi lantaran pembuluh darah yang memasok darah ke jantung menyempit

Penyakit ini jika tidak diobati dapat menyebabkan nyeri dada, gagal jantung, dan aritmia. CAD dapat dicegah dengan obat-obatan dan menjaga kesehatan jantung yang baik.

2. Stroke

Stroke terjadi ketika pembuluh arteri di otak tersumbat atau bocor. Hal ini menyebabkan sel-sel otak yang kekurangan oksigen dan mulai mati dalam beberapa menit. Selama stroke, secara tiba-tiba akan merasa mati rasa dan kebingungan atau mengalami kesulitan berjalan dan melihat. Jika tidak diobati, stroke dapat menyebabkan kecacatan dalam jangka panjang.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) melaporkan bahwa terdapat 93 persen orang tahu mati rasa tiba-tiba di sebagian tubuh adalah gejala stroke. Namun hanya 38 persen yang mengetahui semua gejala yang akan mendorong untuk mencari perawatan darurat.

3. Infeksi saluran pernapasan bawah

Infeksi saluran pernapasan bawah menyerang parui-paru. Virus biasanya menyebabkan infeksi saluran pernapasan bagian bawah. Bisa juga disebabkan oleh bakteri. Batuk adalah gejala utama dari infeksi saluran pernapasan bagian bawah.

Anda mungkin juga merasakan sesak napas, mengi, dan sesak di dada. Infeksi saluran pernapasan bawah yang tidak diobati dapat menyebabkan gagal napas dan kematian.

4. Penyakit paru obstruktif kronis

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) merupakan penyakit paru-paru progresif jangka panjang yang membuat sulit bernapas. Bronkitis kronis dan emfisema termasuk jenis PPOK. Pada 2004, menurut WHO terdapat sekitar 64 juta orang di seluruh dunia hidup dengan PPOK.

5.Kanker pernapasan

Kanker pernafasan termasuk kanker trakea, laring, bronkus, dan paru-paru. Penyebab utamanya adalah merokok, perokok pasif, dan racun lingkungan. Tapi polusi rumah tangga seperti bahan bakar dan jamur juga berkontribusi.

6. Diabetes mellitus

Diabetes termasuk sekelompok penyakit yang mempengaruhi produksi dan penggunaan insulin. Pada diabetes tipe 1, pankreas tidak dapat memproduksi insulin yang belum diketahui penyebabnya.

Sementara pada diabetes tipe 2, pankreas tidak menghasilkan cukup insulin, atau insulin tidak dapat digunakan secara efektif. Kondisi ini disebabkan oleh sejumlah faktor, termasuk pola makan yang buruk, kurang olahraga, dan kelebihan berat badan.

7. Penyakit Alzheimer dan demensia lainnya

Ketika memikirkan penyakit Alzheimer atau demensia, mungkin berpikir tentang kehilangan ingatan, dan tidak memikirkan kehilangan nyawa. Penyakit Alzheimer merupakan penyakit progresif yang menghancurkan memori dan mengganggu fungsi mental normal yang termasuk pemikiran, penalaran, dan perilaku khas.

Penyakit Alzheimer adalah jenis demensia yang paling umum. Terdapat 60 hingga 80 persen kasus demensia sebenarnya adalah Alzheimer. Penyakit ini menyebabkan masalah memori ringan, kesulitan mengingat informasi, dan tergelincir dalam ingatan.

Hanya saja, seiring waktu, penyakit ini berkembang dan penderita mungkin tidak memiliki ingatan dalam jangka waktu yang lama. Sebuah studi yang diterbitkan pada 2014 menemukan bahwa jumlah kematian di Amerika Serikat karena Alzheimer mungkin lebih tinggi dari yang dilaporkan.

8. Dehidrasi disebabkan penyakit diare

Diare adalah kondisi buang air besar sebanyak tiga kali atau lebih dalam sehari. Jika diare berlangsung lebih dari beberapa hari, tubuh kehilangan terlalu banyak air dan garam dan menyebabkan dehidrasi, yang dapat menyebabkan kematian.

Diare umumnya disebabkan oleh virus atau bakteri usus yang ditularkan melalui air atau makanan yang terkontaminasi. Kondisi ini kerap tersebar luas di negara-negara berkembang dengan kondisi sanitasi yang buruk.

9.Tuberkulosis

Tuberkulosis (TB) adalah kondisi paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini adalah bakteri udara yang dapat diobati, meskipun beberapa strain resisten terhadap perawatan konvensional.

TB menjadi salah satu penyebab utama kematian pada orang yang memiliki HIV. Tercatat sekitar 35 persen kematian terkait HIV disebabkan oleh TB.

10. Sirosis

Sirosis adalah hasil dari jaringan parut kronis dan kerusakan hati. Kerusakan mungkin diakibatkan oleh penyakit ginjal, atau dapat disebabkan oleh kondisi seperti hepatitis dan alkoholisme kronis.

Hati yang sehat berfungsi menyaring zat berbahaya dari darah dan mengirimkan darah yang sehat ke dalam tubuh. Saat zat merusak hati, jaringan parut terbentuk.

Lantaran semakin banyak jaringan parut yang terbentuk, hati harus bekerja lebih keras agar berfungsi dengan baik. Jika tak diobati hati mungkin berhenti bekerja.

Demikian 10 daftar penyakit penyebab kematian di seluruh dunia.

(RIN)

1
4