Share

Terkena Covid-19 Padahal Sudah Vaksin, Ini Penjelasan Ahli Mikrobiologi

Kevi Laras, Jurnalis · Selasa 06 September 2022 12:43 WIB
$detail['images_title']
Vaksin Covid-19 (Foto: John hopkins)

KASUS Covid-19 di berbagai negara terus mengalami kenaikan, salah satunya Indonesia. Hal ini menimbulkan pertanyaan, kenapa sudah vaksin Covid-19 bisa terinfeksi atau reinfeksi (terinfeksi kembali) Covid-19.

Menurut Prof Amin Soebandrio, dr, PHD, SpMK(K) Guru Besar Mikrobiologi FKUI, antibodi yang dimiliki seseorang tidak akan melindungi 100% dari virus Covid-19 karena banyak faktor yang mempengaruhi.

 Covid-19

Di mana varian baru seperti BA.4 dan BA.5 yang kini mendominasi kasus, memiliki kemampuan dapat menembus antibodi.

"Berarti virusnya mungkin sangat cerdik ya, itu memang secara teoritis ya. Jadi sistem imun tidak 100% mengcover karena ada faktor-faktor lain," kata Prof Amin.

Namun dalam penjelasannya, ia mengingatkan bahwa seseorang memiliki antibodi (sistem kekebalan tubuh) lebih baik. Bila dibandingkan orang tidak memiliki antibodi, yang didapatkan dari vaksin Covid-19.

"Tapi sekali lagi saya ingatkan bahwa kau sudah memiliki antibodi akan jauh lebih baik daripada tidak memiliki sama sekali," katanya.

Dalam kesempatan yang berbeda, Prof.Dr.dr Tonny Logo, DMM, Sp. PK(K), Guru Besar Departemen Patologi Klinik Univ. Kristen Krida Wacana atau Anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik Indonesia mengungkapkan, vaksin dilakukan secara berkala, di Indonesia sudah diwajibkan sampai dosis ketiga atau booster.

Ada tiga faktor seseorang bisa terinfeksi atau terinfeksi kembali, meskipun sudah booster, yaitu agent, host dan enviroment.

"Jadi kalau kita kembali pada prinsip dasar penyakit infeksi itu ada 3 komponen yang berpengaruh yaitu agent (penyebab penularan ya itu virus), kedua host (manusia) sebagai yang terinfeksi dan ketiga (environment) atau lingkungan, ketiga ini sangat berpengaruh, meskipun sudah divaksin," ujar Prof. Tonny Guru Besar Departemen Patologi Klinik Univ. Kristen Krida Wacana atau Anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik Indonesia.

1
2