Share

Terlahir dengan 6 Kelainan Jantung, Wanita Ini Sudah Jalani 200 Kali Operasi

Putra Syah Norens, Jurnalis · Selasa 06 September 2022 08:00 WIB
$detail['images_title']
Jessica Manning, (Foto: Dok Jessica/SWNS-Zenger)

TINDAK operasi medis, masih jadi momok yang menakutkan bagi sebagian besar orang. Baik itu dioperasi karena jatuh sakit atau pun karena mengalami musibah, contohnya seperti kecelakaan.

Namun, operasi bisa dibilang sudah jadi ‘makanan’ bagi Jessica Maning dari Auckland, Selandia Baru satu ini. Sebab, wanita berusia 29 tahun ini diketahui sudah menjalani kurang lebih sebanyak 200 operasi selama sepanjang hidupnya, dikutip dari Newsweek, Selasa (6/9/2022).

Ratusan tindak operasi sudah dijalani Jessica karena ia terlahir dengan penyakit kelainan jantung. Bahkan ia disebutkan sudah menjalani operasi jantung terbuka sejak usianya baru 5 hari, karena ia terlahir dengan bukan satu tapi enam kelainan jantung berbeda, diikuti oleh operasi rekonstruksi saat usia 3 tahun.

Lubang di jantungnya ditutup ketika ia berusia 6 tahun dan harus terus dalam pengawasan seiring dirinya tumbuh dewasa. Seiring bertambahnya usia, ia pun mulai mengalami masalah kesehatan lainnya hingga membutuhkan transplantasi.

Bertumbuh besar, dan menginjak usia remaja, Jessica di umur baru 18 tahun sudah harus menjalani operasi untuk memperbaiki lubang di aortanya. Namun, ia kemudian justru menderita palpitasi dan paru-parunya kolaps, sehingga membuat kondisinya sangat lemah.

Cobaan Jessica belum berhenti sampai situ, empat tahun berikutnya saat berusia 22 tahun, Jessica menderita gagal jantung dan organ hati. Kala itu, satu-satunya harapannya untuk bertahan hidup adalah transplantasi ganda.

Untungnya, ia bisa mendapatkan pendonor tepat waktu, meski Jessica harus menjalani operasi selama 20 jam hingga hampir tidak memiliki detak jantung.

"Butuh waktu 20 jam untuk menjalani operasi transplantasi kala itu dan saya kehilangan banyak darah. Saya koma selama lima hari dan ketika sadar, saya tidak bisa mengangkat satu jari pun," curhatnya.

Setelah itu, ia mengalami serangan jantung setelah empat pekan prosedur transplantasi. Inilah yang menjadikan, jantungnya harus dipijat secara manual selama 20 menit untuk membuatnya hidup kembali. Tetapi, ia kembali koma selama tiga hari sebelum akhirnya Jessica bisa cukup stabil.

(Foto: Jessica Manning, SWNS/ZENGER) 

"Saya bisa kembali hidup lagi, setelah menjalani lebih dari 200 kali operasi kecil dan enam kali operasi besar sejak saya lahir," kata Jessica yang saat itu tengah belajar untuk menjadi guru sekolah dasar.

Akibat penyakit jantung yang ia idap dan segala operasi yang dijalani, membuat Jessica harus belajar berjalan lagi dan menjalani cuci darah selama lima bulan sebelum akhirnya bisa pulang ke rumah usai menghabiskan 88 hari di Rumah Sakit Kota Auckland, Selandia Baru.

Gara-gara sakitnya ini juga, karena tubuhnya sangat lemas di usia sudah 19 tahun bahkan Jessica tak kuat untuk bisa mengikat sendiri tali sepatunya.

 BACA JUGA:Komplikasi Virus Cacar Monyet Sebabkan Kerusakan Jantung?

BACA JUGA:Mengidap Emetophobia, Wanita Ini Tak Bisa Sentuh Anaknya yang Sedang Sakit

1
3