Share

Hobi Fotografi Ternyata Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental?

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 06 September 2022 11:30 WIB
$detail['images_title']
fotografi dan kesehatan mental, (Foto: Freepik)

FOTOGRAFI menjadi salah satu jenis hobi yang cukup banyak disukai, tak heran bisa dibilang begitu populer di kalangan komunitas.

Bukan hanya jadi bagian dari seni, mengasah skill dan kreativitas. Siapa sangka, hobi fotografi ternyata bisa berdampak positif untuk pikiran, tubuh dan kesehatan mental secara keseluruhan.

Pertama, hobi fotografi bisa meningkatkan kesehatan otak. Dalam kesehatan secara umum, fotografi juga berkaitan dengan cara penyampaian penuaan yang sehat di otak. Seperti yang telah dialami dan dikatakan di masa lalu, otak kita bekerja dengan cara yang berbeda, yakni bisa ingat atau lupa.

Pada dasarnya, setiap orang perlu merangsang pikirannya seiring bertambahnya usia agar tetap tajam. Mengambil bagian dalam berbagai bentuk seni adalah cara yang efektif untuk menjaga otak tetap aktif. Nah, fotografi ini erat hubungannya sebagai penguat otak dalam jangka panjang.

Merujuk pada studi 2013, sekelompok peneliti menguji beberapa hobi dengan permintaan kognitif yang tinggi. Salah satunya adalah fotografi, hasilnya didapati bahwa aktivitas ini meningkatkan memori pada orang dewasa yang lebih tua, terutama jika dibandingkan dengan aktivitas non-sosial atau aktivitas rendah permintaan.

Studi lain melihat hubungan antara fotografi dan memori , khususnya bagaimana melihat foto lama dapat membantu merangsang memori pada orang dewasa yang lebih tua.

Kemudian manfaat kesehatan berikutnya, fotografi mampu memberikan terapi penyembuhan. Fotografi dipandang efektif dalam membantu kesehatan mental yang kuat, serta membantu orang lain mengatasi masalah kesehatan mental.

Seni telah lama digunakan sebagai metode terapi untuk berbagai kecemasan atau gangguan kesehatan mental, dengan fotografi khususnya dikembangkan menjadi PhotoTherapy .

Manfaat terapi fotografi yang cukup terkenal oleh banyak pekerja sosial dan digunakan sebagai alat di kedua pengaturan individu dan kelompok. Praktisi menggunakan metode ini untuk fokus pada mendorong keterampilan sosial, mekanisme koping, meningkatkan harga diri, dan pembentukan identitas.

Salah satu alasannya adalah bahwa fotografi bertindak sebagai cara untuk membantu orang dengan penyakit mental sebagai media mengekspresikan diri, terutama mereka yang berjuang dengan bentuk terapi yang lebih tradisional. Gambar juga telah digunakan untuk memandu sesi terapi loh! Demikian seperti dilansir dari Living Medicareful, Selasa (6/9/2022).

1
2