Share

Update HIV: Tahun 2022, Ada 1188 Anak Indonesia Positif HIV

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 03 September 2022 14:20 WIB
$detail['images_title']
HIV pada anak, (Foto: Freepik)

KASUS HIV pada anak di Indonesia, bisa dibilang begitu mengkhawatirkan. Pasalnya, tercatat lebih dari 1000 anak di Indonesia, diketahui positif terinfeksi HIV.

Merujuk pada data yang diperoleh sejak Januari hingga Juni 2022, sebanyak 1188 anak Indonesia positif HIV di 2022. Dari laporan IDAI tersebut, kelompok usia 15-19 tahun yang dikategorikan sebagai remaja menjadi kelompok paling banyak terinfeksi HIV. Lalu, bayi berusia di bawah 4 tahun pun kasusnya banyak.

Secara lebih detail, kasus HIV pada usia di bawah 4 tahun sebanyak 274 kasus, usia 5-14 tahun 173 kasus, dan usia 15-19 tahun sebanyak 741 kasus.

Menurut Ketua Satgas HIV Anak IDAI, dr. Endah Citraresmi, SpA(K), kelompok remaja paling banyak terinfeksi HIV akibat perilaku seks bebas sesama jenis. Kemudian, faktor penyebab lain adalah penggunaan narkoba jarum suntik.

"Makin ke sini banyak ditemukan kasus HIV pada remaja, akibat seks bebas sesama jenis. Ini salah satu penyebab utama remaja Indonesia terinfeksi HIV," kata dr Endah di sesi media interview secara virtual, baru-baru ini.

Diperlukan upaya pencegahan lebih serius, karena kasus yang terjadi semakin banyak ditemukan di masyarakat. Dokter Endah menyarankan dilakukannya edukasi reproduksi seksual di kalangan remaja untuk mencegah terjadinya kasus HIV.

Follow Berita Okezone di Google News

Sementara itu, pada usia lebih kecil, bayi baru lahir misalnya, kasus HIV paling banyak karena faktor dari sang ibu. Dokter Endah menyebut, angka kejadian HIV dari ibu ke anak ini lebih dari 90 persen.

Jadi, bayi baru lahir sudah terinfeksi HIV karena HIV sang ibu yang tidak terkendali. Mirisnya, memang banyak ibu hamil tidak mengakui, bahkan menyangkal bahwa dirinya telah positif HIV. Ini yang kemudian menyebabkan bayi yang dilahirkannya akhirnya juga ikut positif terinfeksi HIV.

"Padahal, kalau ibu hamil yang positif HIV sejak awal kehamilan sudah mengonsumsi ARV secara rutin, jumlah virus di dalam tubuhnya bisa sangat sedikit. Kalau sudah begitu, kecil kemungkinan janin yang ada di kandungannya terinfeksi HIV," ungkap dr Endah.

"Sebab, pada dasarnya HIV itu menular ketika jumlah virus dalam tubuh seseorang sangatlah banyak. Nah, kalau jumlah virusnya sedikit, kecil kemungkinan menularkan ke orang lain. Itu kenapa, penting mengonsumsi obat secara disiplin," pungkasnya.

 BACA JUGA: Banyak Remaja Positif HIV, Akibat Seks Bebas Sesama Jenis!

BACA JUGA: Bukan Bandung! Ini Kota Tertinggi Kasus HIV, Jangan Bungkus Cewek Sembarangan

1
2