Share

Mitos atau Fakta Mendengkur Tanda Seseorang Tidur Pulas?

Kevi Laras, Jurnalis · Kamis 01 September 2022 16:25 WIB
$detail['images_title']
Tidur ngorok (Foto: Raleigh capitol)

SECARA umum di masyarakat, tidur mendengkur alias ngorok bermakna tidur pulas atau nyenyak. Hal ini diluruskan oleh Ahli Kesehatan dr Selfiyanti, bahwa pemahaman yang salah soal ngorok atau mendengkur tanda pulas itu mitos.

Mengorok sesekali, menurutnya tidak masalah, namun perlu diwaspadai. Tidur ngorok merupakan gangguan jika dalam waktu yang lama dan bila mengalami gangguan pernafasan.

 Ngorok

"Ngorok itu kalau tempo-tempo saja, nggak tiap hari itu sebenarnya nggak apa-apa. Tapi yang jadi masalah kalau ngoroknya sering, atau lama suaranya besar bahkan berhenti nafasnya yang harus diwaspadai apalagi kalau terus menerus," ujar dr. Selfiyanti Said, M.Kes, SpTHT-KL, Dokter Spesialis THT dalam siaran langsung di Instagram Okezone.com Kamis (1/9/2022).

"Ngorok itu pertanda pulas itu mitos ya. Kalau hampir setiap hari ngorok, harus diwaspadai," jelas dr. Selfiyanti.

 BACA JUGA:5 Tips Ampuh Menghilangkan Sakit Kepala Secara Alami Tanpa Obat

Sebagaimana diketahui, mendengkur disebabkan karena terhalang atau menyempitnya saluran pernapasan. Penyempitan ini memicu getaran pada saluran pernapasan ketika tidur, sehingga menimbulkan suara dengkuran.

Follow Berita Okezone di Google News

Semakin terhalang saluran pernapasan, makin keras pula suara dengkuran. Suara tinggi ini, menurut dr Selfiyanti jadi salah satu tanda gangguan dan harus diperiksakan ke dokter.

Ditambah bila mudah merasa lelah atau tertidur tanpa sebab, hingga gangguan pernafasan saat tidur.

"Kalau merasa ngorok sudah mengganggu pasangan yang sebelahnya. Kemudian ada henti nafas, dan mudah capek, atau kurang konsentrasi dan saat beraktivitas mudah capek atau tidur, seperti saat menyetir, harus dilakukan pengecekan kesehatan ke dokter," imbuhnya.

1
2