Share

Cek Mitos dan Fakta Tentang HIV, Jangan Sampai Percaya Hoaks!

Annastasya Rizqa, Jurnalis · Kamis 01 September 2022 07:00 WIB
$detail['images_title']
cek fakta dan mitos HIV/AIDS, (Foto: Shutterstock)

BEBERAPA waktu belakangan ini, masyarakat tengah dihebohkan dengan berita ratusan mahasiswa di Bandung, Jawa Barat yang positif terinfeksi HIV.

Maraknya kasus ini tentu membuat resah masyarakat. Pasalnya, HIV tak cuma ditularkan dari seks bebas, tapi juga penggunaan jarum suntik yang tidak steril, lewat darah, hingga penularan ibu pada anak.

Penyakit HIV/AIDS sendiri, tidak ditampik memang masih dianggap tabu oleh sebagian masyarakat di Tanah Air. Tak sedikit dari mereka percaya hal-hal yang merupakan mitos dari penyakit tersebut.

Nah,hal itu perlu diluruskan agar masyarakat bisa lebih waspada namun tidak mengucilkan para pasien HIV. Berikut paparan empat mitos dan fakta dari penyakit HIV dikutip dari Alodokter, Kamis (1/9/2022).

1. Berdekatan dengan pasien HIV bisa langsung tertular: Ini adalah mitos, pemikiran salah yang harus dihilangkan dari pikiran publik. Banyak yang berpikir pasien positif HIV bisa langsung menularkan penyakitnya hanya dengan berdekatan. Faktanya, penularan HIV tidak melalui sentuhan kulit, misalnya saat berjabat tangan atau berpelukan, melalui cipratan ludah, maupun melalui keringat.

Follow Berita Okezone di Google News

2. Seks oral tak tularkan HIV: Banyak yang percaya bahwa seks oral tidak bisa menularkan penyakit HIV. Faktanya, seks oral tetap bisa menularkan penyakit tersebut meski memang kecil kemungkinannya. Penularan bisa terjadi jika pasangan tidak memakai kondom, dan pasien pemberi seks orang mengalami luka di bagian mulut. Hal sebaliknya juga bisa terjadi jika terjadi luka di bagian alat kelamin.

3. HIV dan AIDS: Perlu dipahami bahwa pasien yang terinfeksi HIV belum tentu mengalami AIDS. AIDS adalah kondisi terparah pasien HIV jika tidak rutin melakukan pengobatan. AIDS (acquired immunodeficienty syndrome) merupakan kondisi di mana pasien HIV sudah mulai mengalami berbagai penyakit karena lemahnya daya tahan tubuh. Pasien positif HIV bisa melakukan pengobatan rutin agar kondisinya tidak berubah menjadi AIDS, yang akhirnya bisa menyebabkan banyak infeksi parah lainnya.

4. HIV hanya tularkan di pasangan homoseksual: Ada mitos yang menyebut HIV hanya menyerang para pasangan homoseksual yang melakukan seks anal. Faktanya, virus HIV juga bisa menyerang pasangan heteroseksual jika tak hati-hati dalam berhubungan intim loh! Makanya, pakai kondom saat seks dan setia hanya pada satu pasangan sangat dianjurkan untuk mencegah penularan penyakit ini.

1
2