Share

Wajib Disiplin! ODHA Dilarang Lepas Konsumsi ARV agar Tak Idap Penyakit Lain

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 30 Agustus 2022 15:05 WIB
$detail['images_title']
HIV/AIDS, (Foto: Shutterstock)

DISIPLIN mengonsumsi obat, sangat penting bagi semua orang yang sedang sakit. Terutama untuk orang dengan HIV AIDS (ODHA).

 

Mengapa ODHA jangan sampai putus obat? Hal ini menjadi sangat penting, seperti dikatakan Prof. Dr. dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD, KHOM, untuk mencegah masuknya penyakit lain, akibat imunitas yang rendah akibat paparan virus HIV.

Ya, penderita HIV sangat rentan kena penyakit yang bahkan bisa mengancam nyawa. Penderita HIV yang tidak disiplin minum obat (ARV) rentan bisa terkena Hepatitis, Tuberkulosis, maupun penyakit serius lainnya.

"Makanya, saat seseorang sudah terdiagnosis HIV usahakan untuk segera minum obat dan jangan putus. Ini memungkinkan si pasien tetap memiliki kualitas kesehatan yang baik," kata Prof. Beri, sapaan akrabnya, saat ditemui di Gedung dr R. Soeharto, Jakarta, Selasa (30/8/2022).

Prof Beri melanjutkan, pengobatan HIV di Indonesia itu gratis. Obat bisa diakses di Puskesmas dan tidak dipungut biaya sama sekali. Jadi, sebetulnya tidak ada alasan untuk tidak disiplin mengonsumsi ARV, jika sudah terdiagnosis HIV.

Follow Berita Okezone di Google News

Selain ancaman penyakit berbahaya lainnya jika tidak minum ARV. Jika ODHA tidak disiplin meminum obat ini akan mengakibatkan, ODHA 'tidak mempan' ditunjang kesehatannya dengan obat yang tersedia di Indonesia.

"Kalau sudah begitu, pasien akan membeli obat HIV yang biasanya didapat di Bangkok, Thailand. Namun, harga obatnya Rp20-30 juta per bulan. Padahal, kalau minum obat dari awal, penanganan HIV gratis di Indonesia," tutur Profesor yang adalah penemu kasus pertama sekaligus pionir penanganan HIV dan AIDS di Indonesia tersebut mengingatkan.

Selain rutin minum obat, ODHA juga disarankan untuk rutin cek jumlah virus ke fasilitas kesehatan. Pemeriksaan itu bisa sebulan sekali kalau per tiga bulan sekali.

Hal penting yang harus diperhatikan juga adalah, dukungan dari lingkungan sekitar ODHA. “Dukungan pemahaman dari orang sekitar bahwa penyakit ini bisa dikontrol dengan rutin minum obat. Selain itu, jangan beri stigma ke ODHA," tegas Prof. Beri

 BACA JUGA:Kenali 5 Ancaman Komplikasi Serius Akibat HIV dan AIDS

BACA JUGA:Ratusan Mahasiswa Bandung Terpapar HIV, Begini Ciri-Ciri Kena Penyakit Menular Seksual

1
2