Share

Permudah Masyarakat, Kemenkes Genjot Digitalisasi Sektor Kesehatan

Kevi Laras, Jurnalis · Kamis 25 Agustus 2022 18:41 WIB
$detail['images_title']
Kemenkes dorong digitalisasi kesehatan masyarakat, (Foto: Kemenkes RI)

SISTEM kesehatan masyarakat di Indonesia dinilai masih kompleks. Padahal jaman sudah semakin canggih dan modern.

Melihat kenyataan ini, disampaikan Chief Digital Transformation Office Kementeruan Kesehatan RI, Setiaji, ST menyebut pemerintah lewat Kemenkes berusaha terus mendorong adanya digitalisasi untuk mempermudah masyarakat.

"Digitalisasi dalam layanan kesehatan adalah inisiatif dipimpin oleh pemerintah. Mengingat kompleksitas sektor kesehatan, kolaborasi-lintas, dan wadah berdiskusi sangat krusial untuk memastikan akses dan distribusi yang sama terhadap fasilitas kesehatan bagi masyarakat,” ujar Setiaji, dikutip dari laman resmi Sehat Negeriku Kemenkes, Kamis (25/8/2022).

Sebagai salah satu contoh, ternyata sudah sejak 2021, Kemenkes menerbitkan Blueprint dengan merilis Cetak Biru Strategi Transformasi Digital Kesehatan 2024 yang memetakan jalur-jalur digitalisasi layanan perawatan kesehatan di Indonesia.

Tujuannya menyederhanakan dan mempermudah akses layanan kesehatan, bagi masyarakat umum tanpa mengurangi kualitas dan efisiensi layanan kesehatan.

"Keterhubungan antar pemain kunci dalam industri kesehatan di negara yang luas dan penuh dengan keberagaman seperti Indonesia, kemudian menjadi suatu keharusan untuk memastikan keberhasilan transformasi digital dalam layanan kesehatan,” tambah Setiaji.

Dalam kesempatan yang sama, Managing Director Boston Consulting Group (BCG) Sumit Sharma menyebutkan kalau situasi pandemi Covid-19 akhirnya memang mendorong industri teknologi kesehatan lokal secara signifikan.

Salah satu pemicunya, karena meningkatnya kesadaran kesehatan pada masyarakat. Bisa dilihat, penggunaan teknologi kesehatan warga Indonesia menggunakan aplikasi kesehatan meningkat mengalami pertumbuhan hingga 57 persen.

β€œHal ini menjadikan Indonesia sebagai pasar terbesar ketiga dalam hal penggunaan aplikasi kesehatan. Tren-tren yang terus berubah dalam industri kesehatan digital kini menjadi lebih jelas. Digitalisasi kita lihat dari sisi konsumen melalui aplikasi yang berorientasi pasien hanyalah puncak gunung es,” tandas Sharma.

Dengan demikian, bukan hanya menjadikan transformasi digital sesuatu opsional, tetapi menjadi kebutuhan untuk meningkatkan ketahanan layanan perawatan kesehatan serta bermanfaat untuk mengatasi produk obat palsu dengan solusi data yang terintegrasi.

Β BACA JUGA:Banyak Diberikan Secara Asal, Peredaran Antibiotik di Indonesia Harus Dikendalikan

BACA JUGA:Minum Antibiotik Bisa Menyembuhkan Pasien Covid-19? Ini Faktanya

1
2