Share

Waspadai Penyakit Labirinitis, Bisa Sebabkan Tuli

Cita Zenitha, Jurnalis · Kamis 25 Agustus 2022 18:22 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: First Cry Parenting)

LABIRINITIS adalah proses inflamasi atau infeksi pada ruang perilimfatik telinga bagian dalam. Hal ini mempengaruhi perubahan fungsi labirin.

Gangguan Pendengaran

Labirinitis juga bisa dikatakan sebagai peradangan pada membran labirin yang disebabkan oleh invasi langsung bakteri, virus, parasit, jamur, dan zat mengandung racun yang terkait dengan infeksi yang berdekatan.

Dilansir dari Healthdirect ada dua macam jenis penyakit labirinitis yaitu labirinitis serosa dan supuratif. Penyakit labirinitis serosa dimulai dari invasi sel inang oleh bakteri yang kemudian melepaskan racun yang menyebar ke seluruh tubuh. Bakteri penyebab labirinitis serosa dapat berasal dari otitis media akut, otitis media kronis, fistula perilymphatic, atau meningitis yang berkepanjangan.

Kemudian cairan labirin dan darah bercampur menyebabkan gejala vestibular dan gangguan pendengaran sensorineural.

Follow Berita Okezone di Google News

Sedangkan labirinitis supuratif dimulai dengan Invasi bakteri ke daerah koklea dan vestibular. Kejadian ini dapat ditandai dengan akumulasi leukosit polimorfonuklear di ruang perilimfatik.

Mutasi yang paling parah dapat terjadi di telinga bagian dalam, di mana cairan labirin menodai asidofilik hingga menyebabkan hidrops endolimfatik dan nekrosisĀ  membran labirin.

Gejala penyakit labirinitis pada setiap orang bisa jadi berbeda-beda. Namun secara umum, labirinitis memiliki gejalaĀ  yakni telinga sering kali berdenging, pusing, kehilangan keseimbangan, pusing, muntah, demam dan sakit telinga hingga gangguan pendengaran kabur atau bisa tuli.

Penyebab paling umum dari labirinitis adalah infeksi virus seperti pilek dan influenza,Ā  infeksi virus dari kelompok virus herpes yang menyebabkan cacar air, herpes zoster, luka dingin, dan campak atau demam kelenjar. Infeksi telinga dapat menyebabkan labirinitis.

Faktor resiko yang meningkatkan resiko dari labirinitis antara lain menderita penyakit yang disebabkan oleh virus pernapasan atau virus yang menginfeksi telinga adalah merokok, stress, konsumsi alkohol dan obat-obatan.

Ada beberapa langkah perubahan gaya hidup yang bisa dilakukan untuk mencegah labirinitis, diantaranya rajin mencuci tangan, berbaring jika pusing dan hindari kuman selama pilek atau flu dan minum banyak cairan.

Demikianlah tadi pembahasan mengenai labirintis yang terjadi pada manusia.

(RIN)

1
2