Share

Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ungkap Kondisi 3 Orang Kontak Erat dengan Pasien Cacar Monyet

Annastasya Rizqa, Jurnalis · Selasa 23 Agustus 2022 13:42 WIB
$detail['images_title']
Cacar monyet (Foto: Pixabay)

KEMENTERIAN Kesehatan RI diketahui pada Sabtu 20 Agustus lalu, telah mengonfirmasi satu kasus positif cacar monyet telah masuk ke Indonesia.

Pasien pertama cacar monyet di Indonesia ini, adalah Warga Negara Indonesia (WNI), pria berusia 27 tahun di DKI Jakarta.

Dari hasil penelusuran jejak (tracing) oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, diketahui ada tiga orang kontak erat dari pasien cacar monyet pertama tersebut. Kondisi kesehatan ketiganya saat ini, disebut baik dan tanpa keluhan kesehatan apa pun. 

"Hasil tracing dari Dinkes DKI Jakarta menemukan tiga orang kontak erat, yang sampai saat ini ketiganya dalam kondisi baik dan tidak mempunyai keluhan kesehatan," bunyi keterangan resmi Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dikutip dari laman resmi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Senin (23/8/2022). 

Kepala Dinkes DKI Jakarta, dr. Widyastuti, MKM, menyebutkan kalau sang pasien positif cacar monyet juga  kondisi kesehatannya sudah mulai membaik.

“Pasien cukup kooperatif dan terbuka dengan tim kami, kondisinya juga membaik,” ujar dr. Widyastuti.

Lebih lanjut disebutkan, pihak Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta akan terus memantau perkembangan kondisi pasien dan semua kontak eratnya tersebut.

Sebagai informasi, dari keterangan Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI, dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH diketahui bahwa pria yang menjadi pasien cacar monyet pertama di Indonesia itu memiliki riwayat perjalanan keluar negeri, diketahui baru tiba di Indonesia sejak 8 Agustus 2022.

“Pasien ini memang habis bepergian dari negara yang sudah saya sebutkan, ada 86 negara di antara itu. Kami tidak akan menyebutkan negaranya," bunyi keterangan dr. Syahril kala itu.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta sendiri akan terus melakukan sosialisasi kewaspadaan cacar monyet kepada masyarakat dan tenaga kesehatan. Masyarakat diimbau tidak perlu panik, namun tetap waspada dan tetap melaksanakan protokol kesehatan serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). 

(rpa)