Share

Menkes Ungkap Beda Bintik-Bintik Cacar Monyet dengan Cacar Air: Ada Nanahnya

Kevi Laras, Jurnalis · Senin 22 Agustus 2022 15:38 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Cacar. (Foto: Shutterstock)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan adanya pasien pertama yang terkonfirmasi cacar monyet. Warga yang positif cacar monyet tersebut merupakan laki-laki berusia 27 tahun dan berasal dari DKI Jakarta.

Memang, angka kematian akibat penyakit cacar monyet ini tergolong sangat rendah. Data Kemenkes melaporkan bahwa terjadi kasus kematian sebanyak 400 orang dari 39.708 kasus di seluruh dunia.

Meski demikian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan pesan agar selalu mematuhi protokol kesehatan. Tidak lupa untuk segera melakukan pemeriksaan pelayanan kesehatan bila timbul gejala. Lebih lanjut dia meminta agar masyarakat selalu menerapkan perilaku hidup sehat dan bersih (PHBS).

"Pesan saya satu Prokes dijaga dan kebersihannya. Kalau ada orang -orang bintik-bintik segera laporkan, dan cacar monyet berbeda dengan cacar air," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam Konferensi Pers Health Working Group ke-3, di Kanal YouTube Kementerian Kesehatan.

Tidak melakukan kontak secara langsung dengan orang-orang yang bergejala atau positif cacar monyet. Langkah tersebut untuk meminimalisir penularan virus zoonosis (virus ditularkan ke manusia dari hewan).

Kemudian, tidak perlu merasa cemas berlebihan. Dia menjelaskan bahwa tingkat fatalitasnya sangat rendah untuk cacar monyet. "Jangan kontak sama mereka yang ada gejala, seperti bintik-bintik ada nanahnya segera bawakan ke rumah sakit," jelasnya.

"Mengenai perawatannya tidak perlu khawatir karena tingkat fatalitasnya tidak terlalu parah. Jadi jangan terlalu khawatir," imbuh Budi.

Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO) masa inkubasi cacar monyet biasanya dari 6 hingga 13 hari tetapi dapat berkisar dari 5 hingga 21 hari. Sementara kasus manusia pertama diidentifikasi pada seorang anak, di Republik Demokratik Kongo pada tahun 1970.

1
2