Share

Cacar Monyet Bukan Penyakit yang Menyerang Khusus Kelompok Gay

Kevi Laras, Jurnalis · Senin 22 Agustus 2022 05:19 WIB
$detail['images_title']
Cacar monyet mewabah (Foto: CNA)

MUNCULNYA kasus pertama cacar monyet di Indonesia, menarik perhatian masyarakat. Yang mana diketahui kasus cacar monyet, diduga lebih banyak menyerang mereka pasangan laki-laki atau gay.

Melihat perdebatan tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meluruskan bahwa cacar monyet tidak menyerang kelompok-kelompok tertentu, seperti kelompok LGBT. Mereka yang terinfeksi, karena adanya kontak erat dengan seseorang yang positif.

 Cacar Monyet

"Jadi cacar monyet ini tidak menyerang kelompok-kelompok tertentu ya. Jadi semua orang yang memiliki kontak erat memiliki potensi besar penularan atau terinfeksi," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Mohammad Syahril, dalam Konferensi Pers Kemenkes disiarkan secara langsung di Kanal YouTube Kementerian Kesehatan.

"Tolong dipahami jadi kita akan lakukan kebijakan secara proporsional. Artinya menurut WHO bahwa benar seluruh negara harus tetap waspada atas cacar monyet," jelasnya .

 BACA JUGA:Kasus Pertama Cacar Monyet Ditemukan di Jakarta, IDI Ungkap Gejala Pasien

Lebih lanjut, ia mengatakan, kasus pertama ini tiba di Jakarta pada 8 Agustus kemarin. Kemudian berselang beberapa hari baru timbul gejala dari monkeypox. Mengalami gejala dan melakukan tes swab PCR, hasilnya pada Jumat malam dinyatakan positif.

Berikut beberapa gejala yang dialami pasien tersebut, antara lain;

-demam

-pembengkakan getah bening

-ruam

-lesi dibagian wajah, tangan dan alat genital

Sekadar informasi, menurut organisasi kesehatan dunia (WHO) Cacar Monyet merupakan virus zoonosis (virus ditularkan ke manusia dari hewan) dengan gejala yang sangat mirip dengan terlihat di masa lalu pada pasien cacar air, meskipun secara klinis tidak terlalu parah.

Kemudian, masa inkubasi cacar monyet biasanya dari 6 hingga 13 hari tetapi dapat berkisar 5 hingga 21 hari. Sejauh ini, untuk kasus cacar monyet di Indonesia diketahui total 23 kasus yaitu 22 orang suspek dan kini berstatus discarded (disingkirkan) karena negatif monkeypox, lalu hanya satu orang positif (disebutkan di atas) yang diketahui dari perjalanan luar negeri.

1
2