Share

Begini Kata Kemenkes Soal Tingkat Kematian Cacar Monyet

Kevi Laras, Jurnalis · Minggu 21 Agustus 2022 17:30 WIB
$detail['images_title']
Tingkat Kematian Cacar Monyet (Foto: Thehealthsite)

TINGKAT kematian dari penyakit cacar monyet diketahui sekitar 1%. Juru bicara Kementerian Kesehatan dr Mohammad Syahril menyampaikan masyarakat agar tidak panik.

Di mana cacar monyet disebutkan bukan sakit yang berat karena bisa sembuh dengan sendirinya (self limiting disease). Ditambah cacar monyet tidak seperti virus Covid-19 yang mudah menular.

Cacar monyet

"Agar masyarakat ini tetap tenang karena cacar monyet ini tidak terlalu berat sakitnya. Kalau kita bandingkan dengan Covid-19 jauh. Untuk itu kita kenal dengan maksud bahwasannya sebetulnya cacar monyet ini bisa sembuh sendiri," ujar dr Syahril dalam Konferensi Pers Kemenkes disiarkan secara langsung di Kanal YouTube Kementerian Kesehatan, Sabtu (20/8/2022). 

BACA JUGA : Kronologi Lengkap Kasus Cacar Monyet Pertama Masuk Indonesia

Sementara untuk tingkat keparahan cacar monyet, disampaikan hanya ada 400 kasus meninggal dari total yang dilaporkan dunia. Artinya hanya sekitar 1% tingkat keparahannya, dikatakan Syahril.

"Dari data dunia di 39.700 tadi ada 400 yang meninggal itu sekitar satu persen jadi sangat kecil ya jauh dengan Covid-19, bisa sampai 10% sampai 12%," jelasnya

BACA JUGA : Kondisi Pasien Cacar Monyet Pertama Indonesia, Dirawat di RS atau Isoman?

Sementara untuk gejalanya, menurut dr Hanny Nilasari, SpKK, Ketua Satgas Monkeypox PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menjelaskan bahwa ada lima gejala cacar monyet paling banyak dialami pasien. Salah satunya, mengalami sakit kepala dan berikut rinciannya;

- Demam

- Sakit Kepala

- Sakit tenggorokan

- Pembesaran getah bening

- Kelainan kulit (infeksi kulit, berupa adanya lesi atau luka)

"Gejala yang paling banyak dikeluhkan pasien monkeypox, adalah demam, kemudian sakit kepala, ada rasa tidak enak disaluran tenggorokan, ada pembesaran kelenjar getah bening serta ada kelainan di kulit," ujar dr Hanny dalam Media Group Interview, Jumat (5/8/2022)

Follow Berita Okezone di Google News

(hel)