Share

Kasus Pertama Cacar Monyet Ditemukan di Jakarta, IDI Ungkap Gejala Pasien

Kevi Laras, Jurnalis · Minggu 21 Agustus 2022 12:05 WIB
$detail['images_title']
IDI ungkap gejala yang dialami pasien cacar monyet (Foto ilustrasi: Foxnews)

KEHADIRAN kasus pertama cacar monyet di Indonesia memungkinkan buat masyarakat khawatir. Melihat hal tersebut, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengingatkan agar seluruh tenaga kesehatan (nakes) dan pelayanan kesehatan bisa berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum PB IDI, dr M. Adib Khumaidi, SpOT. Yang mana ia juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik, sesuai arahan Kementerian Kesehatan RI.

"Kami meminta tim medis dan tenaga kesehatan untuk tetap waspada dan segera melaporkan pada Dinas Kesehatan setempat apabila ditemukan pasien dengan gejala mirip Cacar Monyet, supaya bisa segera ditangani dan ditindaklanjuti," kata dr Adib dalam keterangan yang diterima MNC Portal, Sabtu (20/8/2022)

Cacar monyet

Berkenaan dengan hal tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meluruskan bahwa cacar monyet tidak menyerang kelompok -kelompok tertentu. Mereka yang terinfeksi, jika adanya kontak erat dengan seseorang yang positif.

"Jadi Cacar Monyet ini tidak menyerang kelompok -kelompok tertentu ya. Jadi semua orang yang memiliki kontak erat memiliki potensi besar penularan atau terinfeksi," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Mohammad Syahril, dalam Konferensi Pers Kemenkes disiarkan secara langsung di Kanal YouTube Kementerian Kesehatan. 

BACA JUGA  Kasus Pertama Cacar Monyet Ditemukan di Indonesia, PB IDI Minta Masyarakat Tetap Tenang

Dalam penjelasannya, Syahril mengungkap beberapa gejala yang dialami pasien tersebut, antara lain;

- demam

- pembengkakan getah bening

- ruam

- lesi dibagian wajah, tangan dan alat genital

Dikatakan pasien tidak dirawat di Rumah Sakit karena hanya bergejala ringan. Sehingga hanya melakukan isolasi mandiri (isoman) di Rumah.

"Laki-laki berusia 27 tahun dengan gejala ada demam, ada pembesaran kelenjar getah bening dan ringan tidak berat. dan ada ruam dan ada luka di muka tangan dan alat genital," jelasnya

Follow Berita Okezone di Google News

(hel)