Share

Musim Panas Bisa Picu Gangguan Kecemasan, Ketahui Cara Mengatasinya

Putra Syah Norens, Jurnalis · Minggu 21 Agustus 2022 05:00 WIB
$detail['images_title']
musim panas atau kemarau bisa picu gangguan kecemasan, (Foto: Freepik)

SEBAGIAN besar wilayah Indonesia sudah mulai memasuki musim kemarau. BMKG dalam rilis terbarunya menyebutkan, musim kemarau kini terjadi pada 69 persen dari 342 daerah zona musim atau ZOM di Indonesia.

Bukan hanya soal suhu yang menjadi tambah panas, musim kemarau yang panas ternyata juga bisa menyebabkan gangguan kecemasan pada seseorang.

Menurut psikoterapi. Dr. Crystal Burwell, kecemasan terjadi setiap kali ada transisi, apakah itu pergantian musim atau jenis perubahan lainnya, sebagaimana dikutip dari Huffington Post, Selasa (21/8/22).

“Ini sering disebut SAD (kesedihan) di musim panas. Apa yang terjadi adalah,  terbuangnya ritrme sirkadian kita yakni siklus 24 jam yang membantu mengontrol saat kita tertidur dan ketika terbangun dari tidur," kata Dr. Burwell.

Terlebih, perubahan yang banyak yang terjadi ketika musim panas diketahui bisa menyebabkan kecemasan. Misalnya cuaca yang lebih hangat, harus mengenakan pakaian yang berbeda, dilema liburan musim panas, hingga hari yang terasa lebih panjang.

Saat musim dingin, terlalu sedikit sinar matahari menyebabkan masalah afektif musiman. Nah, ketika musim panas atau kemarau terlalu banyak sinar matahari, disebutkan juga menyebabkan masalah yang sama.

“Kita membutuhkan Vitamin D dari matahari, namun, ketika terlalu banyak sinar matahari, siklus tidur alami kita akan terganggu,” lanjut Dr. Burwell.

Terlebih lagi, Burwell menambahkan, pada bulan-bulan musim panas banyak dari kita mengalami penurunan kemampuan tubuh untuk membuat melatonin (hormon yang dibutuhkan tubuh untuk tidur).

Senada dengan Dr. Barwell, psikolog Dr. Rachel Cavallaro, menyebutkan hari yang terasa lebih panjang ketika musim panas atau kemarau membuat pikiran dan tubuh kita jadi lebih terjaga.

“Dan karena ini, banyak orang mungkin jadi lebih sulit tidur. Kurang tidur, secara umum menciptakan lebih banyak masalah, termasuk kecemasan yang meningkat,” tutur Dr. Rachel

Menurut Dr. Rachel, gejala khas kecemasan yaitu suhu tubuh yang lebih tinggi, berkeringat, dan napas pendek. Kecemasan ini melahirkan kecemasan, orang yang cemas terlalu fokus pada apa yang terjadi di tubuh mereka pada hari (waktu) tertentu.

Dokter Burwell menyarankan, sebagai solusi dari gangguan kecemasan ini ialah coba dengan membuat rutinitas diri sendiri dalam menghadapi kecemasan di musim panas. Contoh, jika merasa cemas di hari tertentu, cobalah teknik pengalih perhatian seperti berlari, membersihkan rumah, atau membuat rencana menyenangkan dengan teman-teman.

“Bahkan jika rencana A tidak berhasil, cuma fokus pada solusi daripada masalah saja bisa membantu memerangi kecemasan ini,” pungkasnya.

Kemudian, pastikan diri Anda cukup tidur, karena tidur sangat penting untuk kesehatan fisik dan mental. Jika kurang tidur, maka akan sulit mengelola emosi dan mengelola masalah apa pun yang mungkin muncul sepanjang musim panas atau musim kemarau ini.

Terakhir, jangan takut untuk menghubungi dan meminta bantuan dari ahli professional untuk mengatasi gangguan kecemasan tersebut

1
2