Share

Gejala Gerd, Salah Satunya Lidah Pahit

Cita Zenitha, Jurnalis · Jum'at 19 Agustus 2022 19:02 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

PENYAKIT GERD atau gastroesophageal reflux disease didefinisikan sebagai refluks berulang isi lambung ke kerongkongan, menyebabkan gejala dan komplikasi yang mengkhawatirkan.

Istilah ini digambarkan sebagai gangguan sistem saluran pencernaan yang membuat perubahan mukosa atau dikenal asam lambung.

Asam lambung

Gerd adalah penyakit yang muncul ketika asam lambung naik ke kerongkongan, yang tidak boleh diabaikan. Seseorang sering mengira bahwa gejala GERD mirip serangan jantung, atau sebaliknya.

Para peneliti di National Institute of Diabetes and Digestive menjelasakan, reflux asam biasanya terjadi ketika asam dari lambung bocor ke dalam pipa makanan atau esofagus.

Penyakit GERD juga ditandai oleh sejumlah gejala lainnya yakni;
1. Rasa sakit yang bergerak ke arah tenggorokkan, akan tetapi tidak menyebar ke bahu, leher, atau lengan.
2. Sensasi makanan yang kembali muncul ke mulut.
3. Rasa pahit atau asam di bagian belakang tenggorokkan.
4. Timbulnya rasa sakit saat berbaring atau membungkuk.
5. Munculnya gejala-gejala lain setelah menyantap hidangan berporsi besar atau pedas.
Selain itu, GERD ini terjadi ketika pita otot melingkar di ujung kerongkongan itu tak mengencang atau menutup dengan benar. Hal yang memungkinkan cairan pencernaan dan isi lain dari perut menjadi naik ke kerongkongan.
Kemungkinan bisa juga disebabkan sederet penyebab lainnya. Misalnya, hiatal hernia yaitu saat bagian perut bergerak di atas diafragma menuju area dada. Jika diafragma terganggu, ini bisa menganggu kerja LES.
Selanjutnya, kebiasaan sering makan dalam porsi besar. Hal ini ternyata bisa menyebabkan distensi bagian atas perut. Distensi ini artinya, tidak ada cukup tekanan pada LES dan membuat LES tidak bisa menutup dengan benar.
Terakhir, kebiasaan buruk yang sering dilakukan banyak orang, langsung berbaring alias rebahan setelah makan besar. Kebiasaan ini bisa memberikan tekanan lebih besar pada LES daripada yang seharusnya.

Penyakit GERD juga ditandai oleh sejumlah gejala lainnya yakni;
1. Rasa sakit yang bergerak ke arah tenggorokkan, akan tetapi tidak menyebar ke bahu, leher, atau lengan.
2. Sensasi makanan yang kembali muncul ke mulut.
3. Rasa pahit atau asam di bagian belakang tenggorokkan.
4. Timbulnya rasa sakit saat berbaring atau membungkuk.
5. Munculnya gejala-gejala lain setelah menyantap hidangan berporsi besar atau pedas.

Selain itu, GERD ini terjadi ketika pita otot melingkar di ujung kerongkongan itu tak mengencang atau menutup dengan benar. Hal yang memungkinkan cairan pencernaan dan isi lain dari perut menjadi naik ke kerongkongan.

Kemungkinan bisa juga disebabkan sederet penyebab lainnya. Misalnya, hiatal hernia yaitu saat bagian perut bergerak di atas diafragma menuju area dada. Jika diafragma terganggu, ini bisa menganggu kerja LES.

Selanjutnya, kebiasaan sering makan dalam porsi besar. Hal ini ternyata bisa menyebabkan distensi bagian atas perut. Distensi ini artinya, tidak ada cukup tekanan pada LES dan membuat LES tidak bisa menutup dengan benar.

Terakhir, kebiasaan buruk yang sering dilakukan banyak orang, langsung berbaring alias rebahan setelah makan besar. Kebiasaan ini bisa memberikan tekanan lebih besar pada LES daripada yang seharusnya.

(RIN)

1
2