Share

KPAI Temukan Laporan Guru Jatuh Sakit Tapi Tetap Mengajar, Dokter: Padahal Itu Berbahaya!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 19 Agustus 2022 17:23 WIB
$detail['images_title']
Kegiatan PTM, (Foto: Ant)

KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menemukan laporan kasus yang menyebutkan bahwa masih ada guru-guru atau karyawan sekolah yang tetap pergi berangkat mengajar ke sekolah sekali pun sedang tidak enak badan alias sakit.

Tindakan ini dinilai sangat tidak bijak di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga sekarang. Situasi seperti ini bahkan sampai membuat dokter kebingungan dibuatnya.

"Kami juga bingung, kenapa guru-guru masih berangkat ke sekolah buat ngajar sekalipun mereka lagi enggak enak badan. Enggak ngerti alasannya kenapa," kata Ahli Kesehatan Anak, Dr.dr. Anggraini Alam, Sp.A(K), dalam webinar PB IDI, Jumat (19/8/2022).

Dokter Anggraini menegaskan, di masa pandemi seperti sekarang begitu riskan jika guru yang sakit tetap mengajar di kelas.

Ini bukan hanya bisa berdampak negatif bagi guru sebagai tenaga pengajar, tetapi juga tentunya para anak murid yang ada di sekolah serta para karyawan sekolah. Sebab, risiko tinggi terjadi penularan.

"Kalau sedang sakit, artinya ada potensi menyebarkan penyakit ke orang lain. Kalau lagi enggak enak badan lalu ngajar, ini juga bisa menurunkan imunitas si penderita karena akan mengalami kondisi kelelahan," tutur dr. Anggraini.

Ia mengimbau sekali kepada para guru yang sedang sakit, untuk jangan memaksaka diri untuk tetap bekerja, berangkat ke sekolah untuk mengajar.

“Istirahat saja di rumah, jalani pengobatan yang dianjurkan dokter, dan perkuat imunitas dengan konsumsi pangan yang sehat dan bergizi,” imbuhnya.

Hal itu juga berlaku untuk anak-anak murid, jika anak murid ada yang ketahuan sedang sakit, biarkan anak untuk beristirahat di rumah dan jalani pengobatan sesuai anjuran dokter.

Ini juga menjadi catatan penting para orang tua agar tidak juga memaksakan anaknya agar tetap sekolah, atau membiarkan keinginan anak untuk tetap berangkat.

Senada dengan dr. Anggraini, Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Yogi Prawira, Sp.A(K) memperingatkan bahwa sejatinya kita tidak boleh lengah, karena pandemi Covid-19 masih berlangsung.

"Covid-19 itu ancaman nyata bagi siapa saja. Covid-19 enggak hanya menyerang orang dewasa, tapi juga anak-anak dan gejalanya pun sama seperti yang dialami orang dewasa. Malah, sebagian anak-anak yang terinfeksi Covid19 lalu sembuh, mereka mengembangjkan Long Covid-19, dulunya si anak termasuk anak yang sehat, paska kena Covid-19 jadi lemah imunitas tubuhnya," tegas dr. Yogi panjang lebar.

 BACA JUGA:Sudah Menyerang 82 Anak di India, Ini yang Harus Anda Ketahui Tentang Flu Tomat

BACA JUGA:Warning! Muncul Flu Tomat yang Sudah Menginfeksi 82 Anak di India

1
2