Share

Remaja Kunci Percepatan Penurunan Stunting, Apa Alasannya?

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Sabtu 20 Agustus 2022 08:04 WIB
$detail['images_title']
Mencegah stunting (Foto: Code blue)

INDONESIA sedang menuju bonus demografi tahun 2030, Indonesia memerlukan generasi unggul untuk meningkatkan produktivitas nasional. Oleh karena itu penurunan stunting terus menjadi perhatian serius pemerintah, karena generasi unggul di masa depan akan tercipta jika mereka bebas dari stunting.

Demikian disampaikan Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (IKPMK) Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Wiryanta dalam Diseminasi Informasi dan Edukasi Percepatan Penurunan Stunting.

 mencegah stunting

Menurutnya pada tahun 2030 Indonesia akan mendapatkan berkah bonus demografi di mana pada saat itu penduduk Indonesia akan didominasi oleh kelompok usia produktif yang masuk ke dalam angkatan kerja. Data sensus penduduk tahun 2020, menunjukkan penduduk didominasi oleh generasi Z dengan jumlah mencapai 27,9 persen dari total seluruh populasi penduduk di Indonesia, kemudian disusul dengan generasi milenial sebesar 25,8 persen.

“Tentu kita harus menyiapkan generasi remaja saat ini sehingga di tahun tersebut tingkat produktivitas nasional juga turut meningkat,” kata Wiryanta.

Ia menjelaskan menjelaskan Presiden menargetkan angka prevalensi stunting Indonesia di tahun 2024 dapat turun menjadi 14 persen bahkan lebih.

Koordinator Bidang Advokasi Penggerakan dan Informasi (ADPIN) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bali Desak Nyoman Triarsini yang menjadi narasumber dalam acara tersebut mengungkapkan bahwa remaja harus menyiapkan kehidupannya sebelum memasuki jenjang pernikahan.

Dikatakannya, kesiapan remaja untuk menikah secara reproduksi maupun mental idealnya berada di usia 20 tahun untuk perempuan dan usia 25 tahun untuk laki-laki.

“Dipastikan semuanya sehat. Sehingga siap untuk melahirkan anak-anak yang sehat tanpa stunting,” tuturnya.

Dokter Gia Pratama mengatakan, keputusan besar untuk menikah akan sangat baik hasilnya bila direncanakan dengan tepat. Dari sisi medis, terutama buat perempuan, fase organ reproduksinya sangat baik sekali saat berusia 20 sampai 35 tahun.

Alat reproduksi di usia muda masih belum siap untuk memiliki anak dan risiko infeksi juga tinggi.

 BACA JUGA:Presiden Jokowi: Stunting Harus Cepat Dipangkas!

“Untuk stunting lebih baik mencegah daripada mengobati. Karena terapinya lebih panjang dibanding mencegah untuk tidak terjadi stunting,” ujarnya.

(DRM)