Share

Anak Tetap Aman Selama PTM di Masa Pandemi, Ketua Satgas Covid IDAI: Kuncinya PHBS!

Kevi Laras, Jurnalis · Jum'at 19 Agustus 2022 15:48 WIB
$detail['images_title']
anak PTM, (Foto: Shutterstock)

KEGIATAN Pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah pandemi Covid-19 masih berlangsung. Ini artinya, para orang tua harus semakin ekstra menjaga kesehatan anak-anaknya, agar tidak terinfeksi Covid-19 atau berbagai penyakit lainnya.

Disampaikan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ada beberapa cara dasar agar anak tetap sehat dan aman selama menjalani PTM di sekolah. Pertama yang paling mendasar adalah, mengajarkan anak memakai masker dengan benar.

“Gunakan masker secara tepat, harus sampai menutupi dagu. Masker yang tepat dan nyaman, jadi kita rekomendasikan masker medis yang menutup sampai dagu dan hidung," ujar dr. Yogi Prawira Sp.A(K), dalam gelaran dalam Media Briefing Evaluasi PPKM IDAI dan KPAI, Jumat (19/8/2022).

Selanjutnya, ajarkan dan jelaskan pada anak tentang apa saja perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Dokter yang juga merupakan Ketua Satgas Covid-19 IDAI ini menegaskan, PHBS lah yang jadi kunci utama pencegahan penyakit infeksi, termasuk Covid-19.

“Kata kuncinya adalah PHBSnya, ini menjadi hal utama ya mencegah dari penyakit infeksi lainnya, hal utama yaitu masker dan ventilasi. Jaga ventilasi kelas ataupun rumah tetap terjaga bersih dan dibuka,” imbuhnya.

Patut diingat, untuk penggunaan masker, dr. Yogi menyebutkan paling lama durasi pakainya hanya 4 jam. Setiap anak sudah seharusnya membawa masker tambahan untuk mengganti. Hal ini untuk tetap menjaga manfaat dari masker sebagai perlindungan penularan dari virus penyebab infeksi.

"Masker hanya berlaku sampai 4 jam, dan biasanya bisa lembab dan harus diganti. Sehingga anak-anak yang lama di sekolah disarankan membawa makser lebih untuk mengganti (dengan yang baru)," jelas dr Yogi.

Dokter Yogi menegaskan, penularan atau infeksi penyakit contohnya seperti Covid-19 itu tidak bisa dihilangkan, tapi bisa dikurangi risikonya.

"Jadi, yang pertama kita tahu kita kerjakanlah mitigasi kita yang berusaha untuk meminimalisir risiko. Risiko akan tergantung pada transmisi lokal," tandasnya.

 BACA JUGA:Baru, WHO Rekomendasikan Vaksin Valneva untuk Covid-19

BACA JUGA:Duh! Dana Penanganan Covid-19 Dihapus, Bagaimana Menkes Budi Beli Vaksin?

1
2